Turki Minta Izin Rusia Gunakan Langit Afrin Gempur Pasukan Kurdi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejuang Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) berlari saat melintasi sebuah jalan ketika bertempur dengan militan ISIS di Raqqa, Suriah, 3 Juli 2017.  REUTERS/ Goran Tomasevic/File Photo

    Pejuang Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) berlari saat melintasi sebuah jalan ketika bertempur dengan militan ISIS di Raqqa, Suriah, 3 Juli 2017. REUTERS/ Goran Tomasevic/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima militer Turki, Hulusi Akar dan Kepala badan intelijen Turki, Hakan Fidan terbang ke Moscow, Rusia untuk meminta izin pasukannya masuk ke Afrin, Suriah untuk menggempur pasukan Kurdi. Akar dan Fidan bertemu Kepala Staf angkatan bersenjata Rusia, Valery Gerasimov pada hari Kamis, 18 Januari 2018.

    Baca: Turki Kirim Pasukan ke Perbatasan, Tanggapi Sikap Amerika Serikat

    Pertemuan dua petinggi militer Turki dengan Gerasimov, menurut Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu saat diwawancara CNN Turk, fokus membahas rencana Turki melakukan intervensi militer terhadap pasukan Kurdi yang tergabung dalam Unit Perlindungan Rakyat atau YPG di Afrin.

    Turki meminta izin Rusia untuk menggunakan langit Afrin karena Turki tidak memiliki kontak langsung dengan pemerintah Suriah. Selain itu, ratusan pasukan militer Rusia ditempatkan di Afrin.

    Setelah Rusia, Turki juga meminta izin kepada Iran untuk menggunakan langit Afrin sebelum melakukan intervensi militernya.

    Baca: Erdogan: Turki Tak Bisa Menerima Dukungan Amerika ke Kurdi

    Bagi Turki, YPG sebagai sayap militer dari Partai Pekerja Kurdi atau PKK di Suriah merupakan organisasi teroris. Turki mencermati rencana YPG untuk membangun koridor teror di utara Suriah sehingga akan mengancam keamanan di perbatasan Turki.

    "Kami berbicara dengan Iran dan Rusia tentang penggunaan langit Suriah. Kami harus berkoordinasi dengan mereka untuk operasi udara.," kata Cavusoglu seperti dikutip dari Hurriyet Daily News, 18 Januari 2018.

    "Kami untuk itu harus sangat berhati-hati dalam upaya kami mencegah insiden. Di Suriah banyak negara dan pemain," kata Cavusoglu.

    Menanggapi permintaan Turki, menurut Cavusoglu, Rusia tidak menentang operasi militer Turki di Afrin. Rusia hanya menekankan tentang pentingnya koordinasi dengan Moscow.

    Baca: Turki Ancam Gelar Perang ke Perbatasan Suriah, AS Bilang Ini

    Sebelum dua petinggi militer Turki itu terbang ke Moscow, tentara Turki mulai menyerang YPG di distrik Afrin sejak hari Minggu, 14 Januari 2018, seperti dikutip dari Xinhua.

    Sebenarnya Turki sudah lama mempersiapkan serangan militer ke Afrin. Dan Wasghinton juga telah menyatakan akan memberikan bantuan kepada Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin milisi YPG. Sekitar 30 ribu pasukan terlatih YPG dipersiapkan untuk melawan pasukan Turki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?