Pertama Kali ke Bioskop, Warga Arab Saudi Disuguhi Film Animasi

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak-anak dan orang tua berada dalam ruangan saat akan menyaksikan film kartun di bioskop pertama Arab Saudi di Jeddah, 23 Januari 2018. Pemerintah mensponsori sebuah aula sebuah balai kota di tepi Laut Merah di Jeddah , Arab Saudi sebagai bioskop sementara. REUTERS/Reem Baeshen

    Sejumlah anak-anak dan orang tua berada dalam ruangan saat akan menyaksikan film kartun di bioskop pertama Arab Saudi di Jeddah, 23 Januari 2018. Pemerintah mensponsori sebuah aula sebuah balai kota di tepi Laut Merah di Jeddah , Arab Saudi sebagai bioskop sementara. REUTERS/Reem Baeshen

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Arab Saudi, orang tua dan anak-anak, memenuhi kursi di dalam bioskop di Jeddah untuk menyaksikan pemutaran film animasi anak. Ini pemutaran perdana film di bioskop setelah pemerintah Arab Saudi mencabut larangan menonton di bioskop yang berlangsung selama 35 tahun.

    Dari rekaman video yang ditayangkan Arab News, 15 Januari lalu, anak-anak dan orang tua tampak menikmati film animasi The Emoji Movie sambil menikmati popcorn.

    Baca: 5 Alasan Arab Saudi Mencabut Pelarangan Bioskop

    "Ini lebih nyaman, lebih menyenangkan menikmati aktivitas di akhir pekan. Ini sangat terlambat datangnya namun Terima kasih pada Tuhan ini terjadi sekarang," kata Sultan Al-Otaibi, 28 tahun, usai menonton film animasi itu bersama istri dan anak perempuannya, Minggu malam, 14 Januari 2018.

    Penyelenggara pemutaran film di bioskop mengubah gedung pertunjukan budaya di kota Laut Merah di Jeddah menjadi bioskop sementara. Mereka membawa proyektor, karpet merah dan mesin popcorn.

    Arab Saudi belum punya bioskop untuk menonton film. Bioskop pertama baru resmi dibuka pada awal Maret mendatang.

    Baca: Setelah 35 Tahun, Arab Saudi Cabut Pelarangan Film Bioskop

    "Hingga saat ini, belum ada infrastruktur untuk untuk pemutaran film, sehingga kami mencoba memanfaatkan tempat yang cocok bentuknya jadi bioskop," kata Mamdouh Salim yang mengelola pemutaran 70 film selama seminggu.

    Otoritas Arab Saudi akan membangun 300 bioskop dengan 2.000 layar tahun 2030. Industri hibura ini diharapkan akan berkontribusi bagi masuknya pendapatan lebih dari US$24 miliar atau setara Rp 342,8 triliun dan menciptakan 30 ribu pekerja tetap.

    Selama ini ribuan warga Saudi pergi ke Bahrai, United Arab Emirates dan negara lainnya hanya untuk menikmati hiburan. Sehingga pemerintah Saudi ingin menahan larinya uang ke luar negeri.

    Selain itu, jaringan bioskop regional dan internasional mulai melirik Arab Saudi sebagai pasar dengan 70 persen penduduknya berusia muda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.