Raja Salman Perintah Transfer Rp 28,5 Triliun ke Yaman, Gratis!

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bayi yang baru lahir menangis di dalam inkubator di rumah sakit di Sanaa, Yaman, 30 Juli 2015. Lebih dari 6,5 juta warga Yaman terancam mati kelaparan akibat perang. REUTERS/Khaled Abdullah

    Seorang bayi yang baru lahir menangis di dalam inkubator di rumah sakit di Sanaa, Yaman, 30 Juli 2015. Lebih dari 6,5 juta warga Yaman terancam mati kelaparan akibat perang. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud memerintahkan transfer dana sebesar US$ 2 miliar atau setara Rp 28,5 triliun ke bank sentral Yaman pada Rabu, 17 Januari 2018.

    Bantuan dana sebesar itu untuk menyelamatkan mata uang Yaman, riyal, yang hampir ambruk dan situasi ekonomi yang buruk akibat perang saudara sejak tahun 2015.

    Baca; Warga Yaman Cari Makanan di Tempat Sampah demi Bertahan Hidup

    Dana bailout yang dikirim Arab Saudi itu diharapkan dapat mendorong perbaikan finansial dan ekonomi Yaman.

    Perintah Raja Salman untuk mentransfer dana ke Yaman terjadi sehari setelah Perdana Menteri Yaman mengajukan permohonan bantuan pendanaan untuk menaikkan nilai mata uang riyal, dan membantu mengatasi kelaparan parah akibat perang saudara.

    "Ini bukan pinjaman, ini deposit dan pemerintah Yaman yang sah tidak akan mengembalikannya," kata seorang sumber yang dekat dengan pemerintah Saudi seperti dikutip dari Reuters.

    Seorang pria membawa anak perempuan yang menjadi korban serangan udara Saudi di Sanaa, Yaman, 25 Agustus 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    Baca: Arab Saudi Masuk Daftar Hitam Pembunuh Anak Yaman

    Akibat perang saudara yang sudah berlangsung 3 tahun, nilai riyal Yaman turun drastis lebih dari setengah nilai sebelum perang pecah terhadap dollar Amerika Serikat.

    Akibatnya, rakyat Yaman tidak sanggup membeli kebutuhan mendasar mereka karena nilai mata uang yang sangat rendah.

    Selain bantuan dana, Arab Saudi memastikan dukungannya terhadap pemerintah Yaman dan akan melanjutkan pengiriman bantuan untuk memperbaharui keamanan dan stabilitas di Yaman.

    Baca: Yaman Terancam Kelaparan Meluas karena Blokade Arab Saudi

    Pemerintah Yaman yang didukung Saudi juga mendirikan bank sentral alternatif di selatan pelabuhan kota Aden tahun lalu setelah Sanaa dikuasai para pemberontak.

    Perang saudara pecah di Yaman tiga tahun lalu antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dengan milisi Houthi. Milisi ini menguasai Sanaa dan memaksa pemerintah Yaman menjadi pemerintahan eksil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.