Tuntut Rakhine Merdeka, 7 Warga Tewas Ditembak Polisi Myanmar

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Serangan bersenjata terhadap pos jaga polisi dan militer di Rakhine oleh kelompok pemberontak Tentara Penyelamat Rakyat Rohingya atau ARSA memicu operasi militer Myanmar di negara bagian Rakhine. Sedikitnya 700 ribu etnis Rohingya dengan berduyun-duyun melarikan diri menyeberangi laut menuju Bangladesh. (Paula Bronstein/Getty Images)

    Serangan bersenjata terhadap pos jaga polisi dan militer di Rakhine oleh kelompok pemberontak Tentara Penyelamat Rakyat Rohingya atau ARSA memicu operasi militer Myanmar di negara bagian Rakhine. Sedikitnya 700 ribu etnis Rohingya dengan berduyun-duyun melarikan diri menyeberangi laut menuju Bangladesh. (Paula Bronstein/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Myanmar mengakui menembak massa yang menuntut kemerdekaan Rakhine sehingga menewaskan 7 orang.

    Seperti dilansir Channel NewsAsia, Rabu 17 Januari 2018, insiden ini terjadi pada Selasa malam ketika sekitar 5.000 warga Rakhine berkumpul dalam sebuah pawai nasionalis di Kota Mrauk U.

    Pawai yang semula berjalan damai kemudian berakhir rusuh. Massa yang marah dilaporkan berusaha merebut kantor pemerintah.

    Juru bicara kepolian menyalahkan massa yang disebutnya memulai kerusuhan dengan melempari batu dan berusaha mengibarkan bendera Negara Bagian Rakhine di kantor pemerintah kota.

    "Polisi berusaha membubarkan mereka dengan peluru karet, tetapi mereka tidak berhenti juga. Polisi pun memutuskan untuk menggunakan peluru tajam,” kata Kolonel Myo Soe.

    Baca juga:

    Pengungsi Rohingya Dipulangkan ke Myanmar Mulai 23 Januari 2018 

    Myo Soe mengatakan tujuh orang tewas dan 13 lainnya terluka. Sementara 20 polisi juga dilaporkan terluka oleh massa yang terus berteriak menuntut kedaulatan Negara Rakhine.

    Ia menambahkan situasi kini sudah berhasil dikendalikan. “Polisi telah mengerahkan aparat ke kota tersebut,” ujar Myo Soe.
    Sebuah rumah sakit di ibu kota Rakhine, Sittwe, melaporkan tengah merawat enam orang dengan luka tembak yang datang pada Rabu dini hari.

    "Lima dari korban terkena luka tembak sementara seorang lainnya luka akibat dipukuli," tutur Dr Khing Maung Than, dari rumah sakit Sittwe.

    Meski menjadi mayoritas di negara bagiannya, jumlah etnis Budha Rakhine jauh lebih sedikit dibanding etnis mayoritas di Myanmar, Bamar. Sebagian besar warga Rakhine yang miskin dan termarginalisasi memiliki hubungan buruk dengan etnis Bamar.

    Insiden ini terjadi bertepatan dengan penandatanganan kesepakatan antara Myanmar dan Bangladesh untuk memulai proses repatriasi sejumlah pengungsi Muslim Rohingya dari total 655.000 yang kini ditampung di Bangladesh.

    Etnis Rakhine menganggap warga Rohingya sebagai pengungsi ilegal dari Bangladesh. Kota Mrauk U terletak beberapa kilometer dari pusat konflik dimana warga Rohingya dipersekusi oleh tentara Myanmar dibantu warga Rakhine.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.