Wartawan Senior CNN Bertanya Soal Imigrasi, Trump: Keluar!

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Donald Trump, meminta wartawan senior CNN keluar dari Ruang Oval saat sesi tanya jawab mengenai kebijakan imigrasi Trump, 16 Januari 2018. REUTERS

    Presiden AS Donald Trump, meminta wartawan senior CNN keluar dari Ruang Oval saat sesi tanya jawab mengenai kebijakan imigrasi Trump, 16 Januari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengusir keluar wartawan senior CNN, Jim Acosta, dari Ruang Oval, Gedung Putih, saat terjadi tanya jawab yang memanas ketika jumpa pers, Selasa, 16 Januari 2018 waktu setempat.

    Saat itu, Jim menanyakan soal kebijakan Trump mengenai imigrasi. Isu ini menjadi kontroversial setelah Trump dikabarkan menyebut negara-negara Afrika seperti Haiti sebagai negara-negara 'lubang tinja' (shithole countries) pada pekan lalu ketika bertemu dengan anggota Kongres asal Partai Demokrat dan Republik membahas soal imigran dan negara asalnya.

    Baca: Trump Dikritik Pilih Golf Dan Abaikan Hawaii Soal Serangan Rudal

     

    Saat jumpa pers sedang berlangsung, Acosta memanggil Trump tiga kali untuk bertanya sebelum ditanggapi. "Benarkah Anda mengatakan Anda ingin lebih banyak orang datang dari Norwegia Benarkah Anda mengatakan Anda ingin lebih banyak orang datang dari Norwegia? Apakah itu benar Pak Presiden? kata Acosta. Saat itu, Trump sedang didampingi Presiden Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, yang sedang berkunjung.

    Baca: Kecewa Terhadap Trump, Dubes AS untuk Panama Mundur

     

    Trump menjawab,"Saya ingin mereka datang dari semua negara.. semua negara. Terima kasih semuanya." Jawaban Trump ini tampaknya kurang detil sehingga Acosta menanyai Trump kembali.

    "Hanya dari ras Kaukasia atau negara-negara kulit putih, Pak? Atau Anda ingin orang-orang datang dari negara-negara lain seperti orang-orang kulit berwarna? kata Acosta. Trump lalu menunjuk kepada Acosta dan langsung berujar,"Keluar!"

    Peristiwa ini dilansir oleh sejumlah media seperti Fox, Daily Mail, dan News.
    Seorang staf Gedung Putih lalu terdengar mengatakan,"Jim terima kasih."

    Acosta lalu mencuitkan kejadian ini lewat akun Twitter-nya @Acosta.
    "Ketika saya mencoba bertanya di Ruang Roosevelt, seorang petugas media Gedung Putih berteriak di depan muka saya untuk membuat pertanyaan saya tidak terdengar. Saya tidak pernah mengalami ini sebelumnya."

    Menurut Acosta, peristiwa ini membuatnya teringat kejadian serupa di negara lain. "Tentunya bukan di Gedung Putih. Bukan di AS."

    Acosta melanjutkan,"Saat saya mencoba mengajukan pertanyaan lanjutan soal ini di Gedung Putih, Trump mengatakan kepada saya,"keluar".

    Lalu kami pindah ke Ruang Roosevelt dimana petugas dari Gedung Putih menghalangi kami dari mengajukan pertanyaan."

    Selama ini, CNN merupakan satu dari sejumlah media yang kerap dilabeli 'berita palsu' (fake news) oleh Trump.

    Menurut media asal Australia, News, CNN kerap menampilkan berita tanpa menyensor kata (shit hole), yang menurut anggota Kongres Dick Durbin dari Partai Demokrat, digunakan Trump untuk merujuk negara-negara Afrika.

    Trump membantah telah mengucapkan kata itu dan mengatakan akan merekam berbagai pertemuan lanjutan di masa depan dengan anggota Kongres. "Tidak ada kepercayaan," cuit Trump pada pekan lalu. Soal ini, Durbin berkukuh bahwa Trump memang mengatakannya. Sejumlah negara Afrika mengecam Trump soal ini dan memintanya agar meminta maaf.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.