Jet Amerika Serikat Bunuh 23 Militan di Afganistan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat tanpa awak MQ-8B Fire Scout buatan Northrop Grumman ini sudah mengalami pengalaman tempur di Afganistan. MQ-8B  dirancang untuk memberikan data intelijen, pengawasan, akuisisi target, pengintaian, dukungan serangan udara, dan memberikan manajemen pertempuran. Drone helikopter ini dapat membawa rudal Hellfire, bom dipandu laser Viper Strike, rudal Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS), roket dipandu laser 70mm. Drone ini memiliki daya jelajah 1104 km dan daya tahan 7,75 jam.  U.S. Navy photo by Kelly Schindler

    Pesawat tanpa awak MQ-8B Fire Scout buatan Northrop Grumman ini sudah mengalami pengalaman tempur di Afganistan. MQ-8B dirancang untuk memberikan data intelijen, pengawasan, akuisisi target, pengintaian, dukungan serangan udara, dan memberikan manajemen pertempuran. Drone helikopter ini dapat membawa rudal Hellfire, bom dipandu laser Viper Strike, rudal Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS), roket dipandu laser 70mm. Drone ini memiliki daya jelajah 1104 km dan daya tahan 7,75 jam. U.S. Navy photo by Kelly Schindler

    TEMPO.CO, Jakarta - Sedikitnya 23 militan yang berafiliasi dengan ISIS tewas setelah mendapatkan gempuran udara dari jet tanpa awak alias drone Amerika Serikat di Provinsi Nangarhar, Afganistan.

    Laporan dari situs berita Khaama menyebutkan, pasukan militer dari Korps Silab 201 mengatakan, Selasa, 16 Januari 2018, serangan udara yang mereka lancarkan berlangsung di luar distrik Achin dan Shirzad.

    Baca: Serangan Sadis ISIS di Masjid Syiah Afganistan, 28 OrangTewas

    Pasukan Khusus Afganistan turun dari atap sebuah bangunan yang dijadikan tempat persembunyian kelompok militan ISIS di lokasi jatuhnya induk segala bom (MOAB) di distrik Achin, Nangarhar, Afganistan, 23 April 2017. REUTERS/Parwiz

    "Kendaraan tanpa awak Amerika Serikat menyasar tempat persembunyian militan di kawasan Marki, Distrik Sherzad, mengakibatkan dua militan tewas," bunyi pernyataan Korps Silab.

    Pernyataan itu lebih lanjut menambahkan, kedua militan yang tewas itu setelah diidentifikasi bernama Osman dan Abbas.Reruntuhan bangunan di lokasi jatuhnya induk segala bom (MOAB) di distrik Achin, Nangarhar, Afganistan, 23 April 2017. Bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB), yang dikenal dengan sebutan induk dari segala bom itu digunakan untuk menyerang gua persembunyian ISIS di Afganistan. REUTERS

    "Gempuran udara drone juga menghancurkan satu kendaraan, senjata mesin PKM, peluncur riket, dan senjata laras panjang AK-47."

    Baca: ISIS dan Taliban Dituding Pelaku Pembantaian Sipil di Afganistan

    Sementara itu serangan udara lain di kawasan Mamand Daga, Distrik Achin, menewaskan setidaknya 21 militan ISIS. Menurut militer Afganistan dari Korps Silab, serangan yang dilancarkan tidak melukai warga ataupun personel keamanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.