Perkosaan Bergilir dan Mutilasi Dua Remaja Guncang India

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Iluastrasi perkosaan. zeenews.india.com

    Iluastrasi perkosaan. zeenews.india.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian India sedang menyelidiki dua kasus perkosaan bergilir dan pembunuhan terhadap dua remaja perempuan yang mengguncang Negara Bagian Haryana dalam tiga hari terakhir.

    Seperti dilansir Arab News, Senin 15 Januari 2018, jenazah kedua korban dalam kasus terpisah ini ditemukan dimutilasi dua wilayah berbeda dalam waktu berdekatan.

    Dalam kasus pertama, korban yang berusia 15 tahun ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan pada Jumat pekan lalu.

    Jenazah korban yang berasal dari kasta Dalit—kasta terendah di India-- dibuang di sebuah sungai kecil di Haryana, sekitar 100 kilometer sebelah barat ibu kota New Delhi.

    Indian Express melaporkan tim doktor yang melakukan otopsi menyatakan korban mengalami perkosaan bergiliran sebelum dimutilasi.

    Baca juga:

    Marak Pemerkosaan, Turis di India Diminta Tak Keluar Malam  

    “Dia diperkosa lebih dari dua orang. Mereka memasukkan benda ke dalam vagina sehingga merusak organ dalamnya. Luka-luka juga terlihat di sekujur tubuh, menandakan ia melawan saat peristiwa biadab itu terjadi,” kata Dr SK Dattarwal, ketua tim otopsi di Post Graduate Institute of Medical Sciences in Rohtak, Haryana.

    Ayah korban dalam kesempatan terpisah menyatakan bahwa mereka melapor ke polisi pada 9 Januari ketika sang remaja ternyata tak masuk kelas dan menghilang entah ke mana.

    “Jika saja polisi melakukan tugasnya pada hari dia menghilang, anak saya mungkin masih hidup,” kata sang ayah, 39 tahun, kepada Aljazeera.

    Korban telah dikremasi pada Ahad lalu. Namun duka mendalam membekas bagi keluarganya.

    "Ibunya tak bisa berhenti menangis, dia masih syok. Hati saya juga hancur jika mengingat apa yang dialami anak kami,” tutur sang ayah sambil menangis.

    Kepolisian setempat kini memburu sekelompok pria yang diduga sebagai pelaku pemerkosaan dan pembunuhan keji terhadap remaja 15 tahun ini.

    "Kami telah menangkap sejumlah tersangka. Setidaknya empat pria diduga berada di balik kejahatan ini. Pencarian besar-besaran masih berlangsung untuk menangkap para pelaku,” ujar Abhishek Garg, kepala kepolisian Distrik Kurukshetra, Hayana kepada Aljazeera.

    Baca juga:

    Perempuan India Ciptakan Celana Dalam Antiperkosaan 

    Beberapa jam usai jenazah korban 15 tahun ditemukan, kepolisian lain di distrik Panipat menemukan sesosok jenazah lainnya pada Sabtu. Jenazah seorang remaja putri berusia 12 tahun ini ditemukan di sebuah kolam setempat.

    Kepala Kepolisian Panipat, Rahul Sharma, menuturkan bahwa dua pria yang merupakan tetangga korban telah ditangkap terkait kasus ini.

    Menurut Sharma, kedua tersangka telah mengakui membujuk korban untuk datang ke rumah mereka sebelum memperkosa dan membunuhnya.

    Dua tindak kejahatan brutal ini membuat terkejut warga Haryana. Kasus semacam ini masih marak di India yang beberapa waktu terakhir menjadi sorotan dunia karena rentetan kasus pemerkosaan dan kekerasan terhadap wanita.

    Kasus yang paling menjadi sorotan adalah pemerkosaan fatal seorang mahasiswi di New Delhi pada tahun 2012 yang memicu unjuk rasa besar-besaran. Dampak dari kasus itu, otoritas India memperketat hukuman bagi para pelaku kejahatan seksual.

    Berdasarkan data Badan Nasional Catatan Kejahatan India, pada 2016 terjadi peningkatan perkosaan terhadap anak-anak hingga 82 persen dibanding tahun sebelumnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.