5 Alasan Arab Saudi Mencabut Pelarangan Bioskop

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung membeli tiket saat akan menyaksikan film di bioskop pertama Arab Saudi di Jeddah, 23 Januari 2018. Pemerintah berencana membuka 300 bioskop dengan 2.000 layar hingga 2030. REUTERS/Reem Baeshen

    Sejumlah pengunjung membeli tiket saat akan menyaksikan film di bioskop pertama Arab Saudi di Jeddah, 23 Januari 2018. Pemerintah berencana membuka 300 bioskop dengan 2.000 layar hingga 2030. REUTERS/Reem Baeshen

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pengumuman menggembirakan disambut kaum belia Arab Saudi setelah Kerajaan mencabut pelarangan nonton film di gedung bioskop pekan lalu.

    Negeri berenduduk 30 juta, mayoritas berusia di bawah 25 tahun, itu tak ingin menyandarkan pada minyak sebagai penopang ekonominya. Sebagaimana dituangkan dalam Visi 2030, Arab Saudi melirik sumber lain untuk pertumbuhan ekonomi, salah satunya adalah industri film.

    Baca: 6 Perubahan Terbesar Terjadi di Arab Saudi Tahun 2018

    Sebuah aula sebuah balai kota yang dijadikan bioskop sementara di tepi Laut Merah di Jeddah , Arab Saudi, 13 Januari 2018. REUTERS/Reem Baeshen

    Lima alasa Arab Saudi mencabut pelarangan bioskop.

    1. Gedung bioskop diharapkan dapat menyumbangkan pendapatan hingga 90 miliar riyals atau setara dengan Rp 320 triliun.

    Pada akhir 2030, Arab Saudi akan memilik sedikitnya 300 gedung bioskop didukung dengan pemutaran 2.000 judul film. Pembangunan gedung bioskop dapat membuka 30 ribu lapangan kerja.Sejumlah anak-anak berada dalam ruangan saat akan menyaksikan film kartun di bioskop pertama Arab Saudi di Jeddah, 23 Januari 2018. Film animasi pertama yang mereka tonton di sebuah bioskop sementara adalah "The Emoji Movie" dan Captain Underpants. REUTERS/Reem Baeshen

    2. Putra Mahkota Mohammed bin Salman menginginkan Arab Saudi menjadi negara modern dan tidak tergantung pada minyak. Meskipun ditentang oleh para ulama, bin Salman tetap bertekad membangun dan membolehkan warga Arab Saudi pergi ke gedung bioksop.

    "Gedung bioskop telah siap dibangun di Arab Saudi," kata produser Saudi kelahiran Amerika Serikat, Todd Nims, yang bekerja di Kerajaan.

    3. Gedung bioskop diharapkan menjadi wahana hiburan baru. Meskipun demikian, sensor ketat akan tetap diberlakukan terutama film seks, homoseksual dan kekerasan seperti yang terjadi di Kuwait, Uni Emirat Arab dan Bahrain.Sejumlah pengunjung menukarkan tiket saat akan menyaksikan film di bioskop pertama Arab Saudi di Jeddah, 23 Januari 2018. Arab Saudi melarang bioskop sejak awal tahun 1980-an. REUTERS/Reem Baeshen

    4. Orang Arab Saudi bila ingin menonton film, mereka pergi ke Bahrain. Menurut laporan situs berita variety.com, 90 persen penonton film di gedung bioskop Bahrain adalah warga negara Arab Saudi. Untuk itu, mereka disediakan gedung bioskop di negeri sendiri agar tidak membuang uangnya ke negara lain.

    Baca: Tiga Raksasa Bioskop Dunia Incar Pasar Hiburan Saudi

    5. Pengembangan bisnis. Industri film Arab Saudi kemungkinan akan dipasok oleh orang-orang Hollywood. Menurut Nims, Arab Saudi akan memiliki studio film, komisi film, pajak insentif untuk produksi film. Kerajaan juga akan membuka unit pengembangan bisnis yang didedikasikan untuk bioskop, game dan produksi film.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.