Boleh Menyetir, Perempuan Saudi ternyata Paling Suka Minivan lho

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita Arab Saudi melihat mobil saat mengunjungi showroom mobil pertama untuk wanita di Jeddah, Arab Saudi, 11 Januari 2018. Pencabutan larangan berkemudi bagi perempuan di Arab Saudi  diberlakukan pada Juni 2017. REUTERS/Reem Baeshen

    Seorang wanita Arab Saudi melihat mobil saat mengunjungi showroom mobil pertama untuk wanita di Jeddah, Arab Saudi, 11 Januari 2018. Pencabutan larangan berkemudi bagi perempuan di Arab Saudi diberlakukan pada Juni 2017. REUTERS/Reem Baeshen

    TEMPO.CO, Jeddah -- Perempuan Arab Saudi ternyata lebih suka mengendarai mobil minivan dibandingkan SUV berukuran besar.
    Ini, misalnya, disampaikan Samia Mohammed Noor, yang mengunjungi pameran mobil pertama khusus perempuan di Le Mall di Kota Jeddah pada pekan lalu.

    Pameran mobil ini menyajikan berbagai jenis merek mobil keluaran terbaru.
    "Suami saya punya satu mobil sedan besar sehingga muat untuk kami sekeluarga. Tapi kalau saya lebih suka nyetir mobil minivan saja. Ini lebih mudah dikendalikan dibandingkan mobil besar," kata Noor, seorang ibu dengan lima anak, kepada Arab News, Senin, 15 Januari 2018.

    Baca: Serunya Pameran Mobil Khusus untuk Perempuan Arab Saudi

     

    Seperti diberitakan, Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz, mengumumkan perempuan di negara itu boleh menyetir mobil sendiri mulai pertengahan tahun ini. Pemerintah lalu melakukan sosialisasi dan membuka berbagai sekolah mengemudi baik di tingkat universitas hingga umum. Pemerintah juga mencari instruktur untuk pelajaran mengemudi ini.
     
     
     

    Pada saat yang sama, pemerintah Saudi membuka peluang bagi para perusahaan mobil untuk menggelar pameran kendaraan khusus bagi kaum perempuan. Cara ini dilakukan agar perempuan Saudi bisa memilih sendiri mobil yang diinginkannya.

    Seorang calon pengemudi perempuan lainnya, Raneem Adel, juga mengaku lebih menyukai mobil minivan. "Saya harap saya bisa beli minivan. Saay tidak ingin beli SUV yang berukuran besar karena banyak menghabiskan bensin," kata Adel, yang memiliki enam anak.

    Menurut Majed Al-Harbi, yang menjadi kepala cabang Jeddah untuk kegiatan pameran mobil pada pekan lalu, pameran itu digelar agar para perempuan bisa mengenal mobil dengan lebih baik. "Sehingga kaum perempuan juga mengetahui pilihan-pihan yang ada saat mereka mulai membeli mobil dan bisa mulai mengendarainya pada 10 Juni nanti," kata Al Harbi.

    Menurut Al Harbi, pameran mobil kali ini sengaja menampilkan berbagai jenis mobil yang memiliki teknologi hemat bahan bakar. Ini merupakan faktor penting karena pemerintah mulai mengenakan pajak pertambahan nilai untuk penjualan mobil (value added tax). 

    Menanggapi antusias para perempuan Saudi menghadiri pameran mobil ini, Kepala penjualan untuk pameran mobil itu, Sharifa Mohammad mengatakan,"Diketahui bahwa perempuan paling banyak berbelanja di mal-mal."

    Menurut Sharifa, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 12 Januari 2018, pameran di Saudi ini melibatkan perempuan mulai dari penyelenggara hingga kasir. Bahkan restoran juga dipenuhi perempuan. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.