Sabtu, 26 Mei 2018

Sengketa Jual Rudal, Airbus Bayar Denda Rp 1,7 Triliun ke Taiwan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat Airbus A 380 Air France saat melakukan perawatan di hanggar Air France di Roissy di bandara Charles de Gaulle, dekat Paris, 14 Maret 2017. REUTERS

    Sebuah pesawat Airbus A 380 Air France saat melakukan perawatan di hanggar Air France di Roissy di bandara Charles de Gaulle, dekat Paris, 14 Maret 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, JakartaAirbus, produsen pesawat komersial berkantor di Toulouse, Prancis dihukum untuk membayar denda sebesar US$ 126 juta atau setara Rp 1,7 triliun sehubungan dengan sengketa penjualan rudal ke Taiwan tahun 1992.

    Sengketa yang sudah berlangsung lama ini merupakan salah satu dari sejumlah kasus yang mendasari tuduhan korupsi yang meluas selama Francois Mitterand menjabat presiden Prancis.

    Baca: Airbus Bangun Pabrik Perakitan Helikopter USD 11,21 Juta di Cina

    Airbus dalam pernyataannya menjelaskan, perusahaan itu telah diperintahkan untuk membayar denda atas pelanggaran kontrak penjualan sejumlah rudal.

    Matra Defense SAS yang bergabung dengan grup Airbus tahun 1998 sedang mempelajari perintah membayar denda ini sebelum melakukan evaluasi untuk mengambil langkah selanjutnya.

    Arbitrase mengeluarkan putusan pembayaran denda ini muncul tiga bulan setelah Dassault Aviation, penyuplai radar Thales dan pembuat mesin Safran menyatakan mereka diperintahkan membayar denda sebesar 227 juta euro kepada Taiwan untuk mengakhiri sengketa tentang pemberian komisi dalam penjualan 60 unit jet tempur Mirage.

    Baca: Garap Pasar Asia, Airbus Andalkan A380

    Airbus menolak anggapan bahwa sengketa tentang komisi dalam penjualan rudal ke Taiwan disebut sebagai korupsi.

    "Ini merupakan sengketa komersial dan bukan tuduhan korupsi," ujar juru bicara Airbus seperti dikutip dari South China Morning Post, Minggu, 14 Januari 2018.

    Menanggapi putusan arbitrase yang menghukum Airbus, Juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan, Cheng Chung-ji menolak memberikan penjelasan soal sengketa ini.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.