Rabu, 23 Mei 2018

Bekas Menhan AS: Perang Nuklir Bisa Terjadi Karena Insiden Hawaii

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perinyataan Hawaii Emergency Management Agency terkait peringatan misil. twitter.com

    Perinyataan Hawaii Emergency Management Agency terkait peringatan misil. twitter.com

    TEMPO.CO, Hawaii - Bekas Menteri Pertahanan Amerika Serikat, William Perry, memperingatkan publik bahwa perang nuklir bisa terjadi akibat insiden kesalahan manusia seperti dalam peringatan keliru soal serangan rudal balistik di Hawaii. Perry merupakan menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Presiden Bill Clinton.

    “Resiko perang nuklir tak sengaja bukan sebuah hipotesis – sejumlah insiden telah terjadi di masa lalu dan manusia akan membuat kesalahan lagi. Ketika jutaan nyawa terancam, kita harus melakukan lebih dari sekadar berharap itu tidak akan terulang lagi,” kata Perry lewat akunnya @SecDef19, Ahad, 14 Januari 2018.

    Baca: Peringatan! Hawaii Terancam Serangan Rudal Balistik. Ternyata...

     

    Menurut CNN, para pejabat bidang keamanan dan pemerintah Hawaii mengatakan sistem peringatan dini ini sekarang ditunda penggunaannya hingga investigasi kelar. Selama ini, mereka menggunakan proses identifikasi dua faktor dalam mengirimkan pesan peringatan dan sebuah cara otomatis untuk memberi tahu publik jika ada bahaya mengancam.

    Baca: Hawaii Pasang Peringatan Nuklir Antisipasi Serangan Korea Utara

     

     Peringatan rudal balistik. twitter.com

    Pemerintah, misalnya, akan mengecek mengapa beberapa sirene berbunyi di Hawaii oleh peringatan dini itu padahal seharusnya tidak berbunyi. Dan mengapa sebagian masyarakat justru tidak mendapat peringatan tanda bahaya itu di ponselnya meskipun sudah dikirim.

    “Ini adalah hari yang bakal diingat terus oleh sebagian besar kita,” kata David Ige, gubernur Hawaii. “Hari yang banyak diantara kita mengira ini adalah mimpi buruk yang bisa saja menjadi kenyataan.”

    Seperti diberitakan, Sebuah pesan darurat muncul pada Sabtu pagi, 13 Januari 2018 yang berisi pernyataan Hawaii mendapat ancaman rudal balistik. Para penduduk diminta untuk segera berlindung dan peringatan ini bukanlah bagian dari latihan gawat darurat.

    Pesan heboh pada sekitar pukul delapan pagi ini lantas membuat ramai lini masa Twitter, yang kemudian disambut oleh akun Hawaii Emergency Management Agency. Lembaga ini mencuit,”TIDAK ADA ancaman rudal ke Hawaii.” Peristiwan ini diberitakan sejumlah media global lainnya seperti CNET dan The Australian.

    Menurut CNN, Gubernur Hawaii, David Ige, mengatakan peringatan itu muncul karena kesalahan operator. “Kesalahan itu terjadi saat ada prosedur standar perubahan petugas jaga. Dan salah seorang petugas memencet tombol yang keliru,” kata Ige.

    Ige lalu menggelar pertemuan dengan sejumlah pejabat tinggi pertahanan dan manajamen gawat darurat. Ini untuk mencari tahu dengan jelas penyebab peringatan keliru itu dan mencegahnya agar tidak terulang lagi.

    Pesan ini membuat sebagian warga Hawaii mengira sebuah rudal memang mengarah ke pulau mereka. Menurut administrator EMA, Vern Miyagi, kesalahan itu dilakukan oleh seorang operator senior.

    Komandan David Benham, juru bicara Komado Pasifik AS, mengatakan,”USPACOM tidak mendeteksi ancaman rudal ke Hawaii.”

    Mengenai kejadian di Hawaii ini, Presiden Donald Trump mendapat penjelasan soal ini oleh Deputi Penasehat Keamanan Nasional, Ricky Waddel, dan kemudian oleh Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly dan penasehat keamanan nasional HR McMaster.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.