Sabtu, 26 Mei 2018

Cina Kesal, Pebisnis Asing Sebut Taiwan, Hong Kong, Tibet Negara

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Monitor elektronik menunjukkan bendera nasional Cina di luar pusat perbelanjaan di Hong Kong untuk menandai ulang tahun ke-20 serah terima Hong Kong, 23 Juni 2017. Diperkirakan hanya sebagian orang di bekas koloni Inggris yang bersemangat merayakannya. AP/Kin Cheung

    Monitor elektronik menunjukkan bendera nasional Cina di luar pusat perbelanjaan di Hong Kong untuk menandai ulang tahun ke-20 serah terima Hong Kong, 23 Juni 2017. Diperkirakan hanya sebagian orang di bekas koloni Inggris yang bersemangat merayakannya. AP/Kin Cheung

    TEMPO.CO, Jakarta -Cina menindak tegas perusahaan jasa pariwisata dan penerbangan asing yang menyebut Taiwan, Tibet, Hong Kong dan Macau sebagai negara. Oleh karena itu badan otoritas pariwisata Cina mendesak agar semua perusahaan memeriksa situs resminya dan aplikasi internetnya tentang wilayah kedaulatan Cina. 

    Cina menegaskan, Taiwan, Tibet, Hong Kong dan Macau merupakan wilayah kedaulatan Cina. 

    Baca: Cina Produksi Tisu dari Kotoran Panda

    Sebagai upaya tindakan tegas atas ketidakuratan informasi ini, Cina mendesak perusahaan asing di negara tu untuk mengkaji kembali situs dan appnya  di internet untuk memastikan keakuratan informasi. 

    Beberapa hari terakhir, pemerintah Cina menggalakkan pemantauan informasi mengenai beberapa destinasi wisata yang seharusnya diklaim sebagai wilayah Cina, malah di situs perusahaan penyedia jasa pariwisata menyebutnya sebagai negara.

    Aparat Cina pada hari Kamis lalu, telah menghentikan aktivitas situs Hotel Marriott International Inc's selama seminggu. Hal ini sebagai hukuman setelah hotel terbesar jaringannya di dunia itu menyebut Tibet, Taiwan, Hong Kong dan Macau sebagai negara.

    "Tidak ada aktivitas yang diizinkan untuk menantang garis merah hukum Cina," ujar pernyataan resmi Badan Turis Nasional Cina yang dikutip Xinhua.

    Baca: Petugas 3 Hotel Mewah di Cina Pakai Sikat Toilet Cuci Cangkir

    Sehari setelah kasus Hotel Marriott, pejabat penerbangan sipil menuntut maskapai Delta Air Lines meminta maaf lantaran menyebut Taiwan dan Tibet sebagai negara di situsnya. Hal serupa juga dilakukan perusahaan fashion ternama, Zara dan pembuat peralatan medis , Medtronic Plc.

    Marriott, Delta Air dan Medtronic telah menyatakan permohonan maafnya kepada Cina, seperti dikutip dari Reuters, 13 Januari 2018.

    Otoritas Penerbangan Sipil Cina mengeluarkan perintah kepada seluruh maskapai penerbangan pada hari Jumat, 12 Januari 2018 untuk memastikan situs dan apps mereka.

    Surat kabar berkantor di Shanghai, The Paper melaporkan ada 24 maskapai asing memuat data dengan menyebut Taiwan, Hong Kong dan Macau sebagai negara, bukan wilayah Cina. Kebanyakan informasi ditemukan di menu registrasi atau komentar.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.