Selasa, 13 November 2018

Kisah Pilu Zainab, Bocah Pakistan yang Diperkosa dan Dibunuh

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sketsa wajah pelaku pemerkosaan dan pembunuhan pada puluhan bocah wanita di Punjab Timur, Pakistan. independent.co.uk

    Sketsa wajah pelaku pemerkosaan dan pembunuhan pada puluhan bocah wanita di Punjab Timur, Pakistan. independent.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta -Polisi Pakistan melakukan pencarian besar-besaran menyusul pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Zainab Ansari, bocah perempuan yang baru berusia delapan tahun.

    Juru bicara pemerintah Malik Ahmad Khan berjanji aparat akan menangkap pelaku pembunu Zainab.

    “Menteri Utama Punjab Shehbaz Sharif bahkan secara pribadi terus mengikuti perkembangan penyelidikan kasus ini,” kata Khan dalam konferensi pers pada Jumat lalu seperti dilansir The Independent, Sabtu 13 Januari 2018.

    Polisi pun merilis rekaman kamera pengawas atau CCTV yang merekam seorang pria tak dikenal bersama Zainab.

    Baca juga:

    Bom Mirip Mainan Meledak, 6 Anak Pakistan Tewas  

    Wanita Korban Kawin Paksa Sajikan Susu Beracun, 13 Orang Tewas 

    Pria tersebut tampak memegang tangan Zainab sambil berjalan pada malam hari pada 4 Januari lalu. Itulah momen terakhir Zainab terlihat hingga akhirnya ditemukan tewas beberapa hari kemudian.

    Keluarga Zainab mulai khawatir ketika ia tak pulang dari kelas mengaji. Jasad Zainab kemudian ditemukan dibuang di tempat sampah di Kasuw, wilayah timur Punjab pada Selasa lalu.

    Polisi menduga pelaku adalah pembunuh berantai yang menargetkan anak-anak perempuan seperti Zainab. Pelaku diduga juga bertanggung jawab atas 10 kasus lain yang mengguncang Kota Kasur sejak Januari 2017.

    Aparat menyebut mereka menemuka jejak DNA dari enam gadis cilik, termasuk Zainab. Seluruh bocah ini tinggal dalam radius 3 kilometer, menghilang dari rumah mereka dan jasadnya dibuang ke tempat sampah atau rumah tak terpakai.

    Ayah Zainab, Ameen, menuntut pemerintah agar segera menangkap pelaku. “Saya berharap pelakunya dihukum di depan umum agar memberi efek jera,” kata Ameen dikutip GeoNews.

    Kakak perempuan Zainab, Laiba, 16 tahun, mengungkapkan penderitaan keluarga mereka.

    “Saya tidak menangis karena dia meninggal. Hati saya hancur karena dia pasti disakiti sebelum tewas. Saya tidak dapat menanggung kepedihan ini,” ujar dia kepada Dawn.

    Rakyat Pakistan berunjuk rasa di seluruh negeri sebagai aksi berduka cita sekaligus memprotes lambannya aparat setelah jasad Zainab ditemukan. Aksi protes massa berlangsung ricuh hingga dua orang dilaporkan tewas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?