Kecewa Terhadap Trump, Dubes AS untuk Panama Mundur

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • John Feeley. REUTERS

    John Feeley. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Duta Besar Amerika Serikat atau AS untuk Panama, John D. Feeley, mundur dari jabatannya dan mengatakan kepada Kementerian Luar Negeri AS bahwa dirinya tidak bisa lagi berada di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.

    "Sebagai seorang staf dinas luar negeri junior, saya menandatangani sumpah untuk setia melayani presiden dan pemerintahannya tanpa berpolitik, bahkan ketika saya mungkin tidak setuju dengan kebijakan-kebijakan tertentu," kata Feeley, menurut petikan surat pengunduran dirinya yang dikutip CNN, Jumat malam waktu setempat.

    "Instruktur-instruktur saya telah menjelaskan bahwa kalau saya yakin tidak bisa menjalankannya, menjadi kehormatan bagi saya untuk mengundurkan diri. Kini sudah saatnya," tulis Feeley, mengemukakan prinsipnya sesuai surat tugas diplomatik dan ketaatan profesi.

    Baca juga:

    Rasis, Trump Sebut Haiti dan Afrika Negara Lubang Kotoran 

    DPR Amerika Serikat Minta Perilaku Seks Donald Trump Diungkap 

    Feeley adalah seorang diplomat karier dan mantan pilot helikopter Korps Marinir AS (USMC). Ia dilantik sebagai Dubes AS untuk Panama pada Januari 2016.

    Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS membenarkan bahwa Dubes Feeley sudah mundur.

    “Feeley telah memberi tahu Gedung Putih, Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Panama. Keputusannya untuk mengundurkan diri karena alasan pribadi, terhitung 9 Maret tahun ini," demikian pernyataan juru bicara Kemlu AS.

    Untuk sementara, kedudukan Feeley akan digantikan oleh wakil pemimpin misi AS, Roxanne Cabral, hingga dubes baru ditunjuk.

    Adapun Steve Goldstein selaku pejabat Kementerian Luar Negeri AS mengatakan pengunduran diri Feely tidak ada hubungannya dengan pernyataan rasis Trump karena Feeley telah menyatakan mundur sejak akhir Desember lalu.

    Presiden AS itu dalam suatu pertemuan dengan anggota parlemen dari dua partai berkuasa pada Kamis lalu, diduga mengeluarkan pernyataan rasis terhadap Haiti dan negara-negara Afrika. Trump sendiri membantah mengeluarkan kata tersebut.

    Goldstein mengatakan bahwa, menurut pemahamannya, duta besar untuk Panama tersebut mengundurkan diri karena "alasan pribadi."

    "Semua orang punya batas yang tidak akan mereka langgar," kata Goldstein kepada para wartawan di Kementerian Luar Negeri AS. "Jika sang duta besar merasa sudah tidak bisa lagi menjalankan tugasnya di bawah pemerintahan Presiden Trump, beliau sudah membuat keputusan yang tepat dan kami menghormati itu."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.