Selasa, 13 November 2018

Selamatkan Anjing, Pria Australia Tewas Digigit Ular

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ular berbisa. Youtube.com

    Ilustrasi ular berbisa. Youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria berusia 24 tahun di Australia meninggal setelah jarinya digigit seekor ular saat mencoba melindungi anjingnya.

    Pria itu digigit di kota kecil Tamworth, sebelah barat laut Sydney, dan meninggal dalam waktu satu jam di rumah sakit meski diberi antiracun.

    Baca: Diistimewakan di Australia Terbuka, Begini Tanggapan Sharapova

     

    Dia digigit seekor ular coklat asli, yang paling mematikan di Australia. Racunnya termasuk yang paling mematikan di dunia.

    Baca: Bouchard, Bikini, dan Kemerosotan Menjelang Australia Terbuka

     
     
    Pria itu dilaporkan digigit dan kemudian bergegas ke ibunya, berkata: "Ibu, lihat apa yang menggitku".

    Ibu laki-laki itu dilaporkan memasukkan ular itu ke stoples kopi dan membawa anaknya ke rumah sakit.

    Polisi mengambil hak asuh dari ular itu dan meninggalkannya dengan dokter hewan. Identitas pria itu belum diungkap.

     "Dia pergi untuk menyelidiki anjing kecilnya yang menggonggong dan menemukan anjing itu menggigit seekor ular cokelat kecil di mulutnya," kata Sersan Josh McKenzie, seperti yang dilansir Telegraph pada 12 Januari 2018.

    "Dia kemudian pergi untuk mencoba memisahkan anjing dari ular dan terkena gigitan di jari."

    Harley Jones, penangkap ular profesional di Australia, mengatakan  ular coklat "tidak berbahaya" dan hanya menyerang manusia jika mereka mencoba mendekatinya.

    Ular coklat bertanggung jawab atas sekitar 60 persen kematian terkait ular di Australia. Antara tahun 2000 dan 2016, ada 35 kematian akibat gigitan ular di Australia.

    TLEGRAPH |ABC ONLINE |A BC LOCAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?