Selasa, 20 November 2018

Sebut Obama, Trump Batalkan Kunjungan ke Inggris, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo bertopeng wajah Presiden A.S. Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Inggris Theresa May berfoto selfie saat demonstrasi yang diselenggarakan oleh Oxfam di Giardini Naxos, Sisilia, Italia, 25 Mei 2017. REUTERS/Tony Gentile

    Pendemo bertopeng wajah Presiden A.S. Donald Trump (kanan) dan Perdana Menteri Inggris Theresa May berfoto selfie saat demonstrasi yang diselenggarakan oleh Oxfam di Giardini Naxos, Sisilia, Italia, 25 Mei 2017. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.COWashington -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membatalkan rencana mengunjungi Inggris pada bulan depan untuk meresmikan gedung kedubes baru AS di London karena khawatir munculnya demo besar.

    Namun, Trump mengatakan lewat akun Twitternya @realdonaldtrump bahwa alasan dia membatalkan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Inggris adalah karena dia tidak setuju dengan keputusan Presiden Barack Obama, yang menjual gedung kedubes sebelumnya dengan harga murah. Lalu, dia melanjutkan, Obama membangun gedung baru pengganti seharga U$1,2 miliar atau sekitar Rp 16 triliun, yang disebutnya keputusan buruk.

    Baca: PM Inggris May Bilang Ini ke Trump Soal Status Yerusalem

     

    Namun, menurut media Guardian, keputusan untuk memindahkan gedung kedubes itu sebenarnya dibuat pada masa pemerintahan Presiden George W. Bush pada Oktober 2008. Saat itu Obama belum terpilih sebagai Presiden.

    Baca: Petisi Tolak Donald Trump ke Inggris Diteken Ribuan Orang

    "Alasan saya membatalkan kunjungan saya ke London adalah saya bukan penggemar pemerintahan Obama yang menjual lokasi terbaik untuk kedutaan di London untuk harga murah. Lalu dia membangun sebuah gedung kedutaan baru di sebuah lokasi dengan biaya US$1,2 miliar. Kesepakatan buruk. Ingin saya memotong pita? TIDAK!," cuit Trump pada Jumat, 12 Januari 2018 waktu setempat.

    Setahun yang lalu, Perdana Menteri Inggris terpilih Theresa May, mengundang Trump untuk datang ke London. Sebelumnya May telah berkunjung ke Gedung Putih. Namun, undangan May ini justru mendapat banyak penolakan dari para aktivis dan tokoh parlemen, yang berjanji akan menggelar unjuk rasa anti-Trump besar-besaran, rencana kunjungan itu akhirnya dibatalkan.

    Sebagai gantinya, Trump dijadwalkan bakal datang dalam kunjungan kerja, yang tidak terlalu formal, yaitu meresmikan gedung kedubes baru AS, yang terletak di kawasan Nine Elms, London barat daya. Dia lalu akan dijadwalkan bertemu May.

    Pejabat pemerintah Inggris juga menjajaki pertemuan Trump dengan Ratu Elizabeth meski tanpa acara jamuan kenegaraan karena khawatir terjadinya protes massa warga. Namun ada kabar, Trump setuju bakal melakukan kunjungan kenegaraan pada tahun ini ke Inggris. "Undangan untuk kunjungan kenegaraan sudah diberikan dan diterima," kata seorang pejabat di Downing Street, kantor PM Inggris.

    Karena Trump sudah membatalkan rencana ini, Menteri Luar Negeri, Rex Tillerson, dijadwalkan akan meresmikan gedung kedubes itu, yang dijadwalkan pada 26 dan 27 Januari 2017.

    GUARDIAN | NEW YORK POST | THE HILL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.