Israel Setujui Pembangunan 1.000 Rumah di Tanah Palestina

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ikhtisar konstruksi permukiman Israel

    Ikhtisar konstruksi permukiman Israel "Har Homa", di Yerusalem, Israel, 28 Oktober 2014. Pemerintah Israel telah menyetujui 1.000 rumah baru yang akan dibangun di lingkungan Yerusalem Timur. Ilia Yefimovich/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Israel menyetujui pembangunan lebih dari seribu rumah di daerah pendudukan Tepi Barat, Palestina. Israel melanggar hukum internasional.

    Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Maliki mengritik rencana Israel tersebut. Dia juga mengutuk Amerika Serikat karena memberikan lampu hijau kepada Israel untuk melakukan apa pun sesuka hati di tanah Palestina.

    Baca: Pembangunan Perumahan, Amerika Serikat Kritik Israel  

    Pengunjuk rasa Palestina melemparkan batu ke arah pasukan Israel saat bentrokan menyusul protes terhadap permukiman Yahudi di dekatnya Qadomem, di desa Tepi Barat Kofr Qadom dekat Nablus (16/5). REUTERS/Abed Omar Qusini

    Berbicara kepada Suara Radio Palestina, Maliki mengatakan, "Pembangunan rumah baru tersebut menunjukkan Presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," lapor Al Jazeera.

    Sementara itu, organisasi Israeli, Peace Now, yang menentang rencana pembangunan tersebut, menyatakan semua rumah yang akan dibangun itu menempati 20 kawasan di daerah pendudukan milik Palestina.Seorang pengunjuk rasa membakar ban saat pecah bentrokan dengan pasukan Israel dalam protes terhadap permukiman Yahudi di Qadomem, Tepi Barat, 26 September 2014. REUTERS/Mohamad Torokman

    Sebelumnya, organisasi ini menyatakan Israel menyetujui pembangunan 6.742 rumah baru pada 2017. Angka pembangunan tersebut tertinggi sejak 2013. Pada 2016, Israel membangun 2.629 rumah.

    Baca: Pembangunan Permukiman, Israel Abaikan Resolusi PBB

    Permukiman di daerah pendudukan telah melanggar hukum internasional dan menjadi batu sandungan perundingan antara Palestina dan Israel yang terhenti sejak April 2014. Saat ini, ada 600 ribu rumah warga Israel berdiri di daerah pendudukan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.