Seperti Apa Otot Militer Trump dan Rouhani Jika Konflik Pecah?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudal Fateh 313 termasuk rudal balistik jarak pendek. Rudal berbahan bakar padat ini memiliki jangkauan 500 km. Fateh 313 merupakan pengembangan dari rudal Fateh 110 yang hanya mampu menghancurkan target sejauh 250 km. Iran memperkenalkan rudal ini pada Agustus 2015, setelah mencapai kesepakatan nuklir dengan enam negara kekuatan dunia (Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China). defense-update.com

    Rudal Fateh 313 termasuk rudal balistik jarak pendek. Rudal berbahan bakar padat ini memiliki jangkauan 500 km. Fateh 313 merupakan pengembangan dari rudal Fateh 110 yang hanya mampu menghancurkan target sejauh 250 km. Iran memperkenalkan rudal ini pada Agustus 2015, setelah mencapai kesepakatan nuklir dengan enam negara kekuatan dunia (Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China). defense-update.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Hubungan Amerika Serikat dan Iran mulai memanas sejak terjadinya aksi unjuk rasa massal di Iran pada akhir Desember 2017, yang didukung secara terbuka oleh Presiden Donald Trump dan menimbulkan kecaman balik dari Presiden Iran Hassan Rouhani.

    Hubungan ini kembali akan mengalami ujian saat AS menyatakan sikapnya mengenai perjanjian nuklir Iran dan negara - negara Group 5+1 pada 10 Januari 2018 ini, yang juga ditandatangani AS.

    Baca: Swedia Dukung Perjanjian Nuklir Iran, Kritik Trump Keliru

     

    Negara-negara itu adalah Amerika Serikat, Rusia, Cina, Perancis, dan Inggris plus Jerman. Sejauh ini baru Presiden AS, Donald Trump yang menyatakan secara terbuka penolakannya terhadap perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action ini, yang ditandatangani pendulunya Presiden Barack Obama, pada 2015.

    Baca: Trump Cuit Unjuk Rasa Ekonomi di Mashad, Ini Kata Kemenlu Iran

     

    JCPA pada dasarnya mengatur kesepakatan bahwa Iran menghentikan program pengayaan uranium dan semua sanksi ekonomi dihapuskan secara berkala seperti ekspor minyak bumi.

    Jika hubungan Iran dan AS semakin memanas maka menarik untuk mengecek kesiapan teknologi pertahanan dari kedua negara.
    Situs Global Firepower 2017 menyusun perbandingan global antarnegara mengenai kemampuan teknologi pertahanan dari 133 negara.

    Semakin canggih kemampuan teknologi pertahanan sebuah negara maka peringkatnya akan semakin tinggi. "Seratus alat penyapu ranjau tidak setara kemampuannya melawan sepuluh kapal induk, misalnya," begitu tertulis di situs GFP ini, Kamis, 11 Januari 2017.

    Pengelola situs ini juga menambahkan bahwa," Faktor geografis, kemampuan logistik, sumber daya alam, dan kemampuan industri pertahanan lokal menjadi faktor penentu ranking final militer sebuah negara." Trump dan Rouhani diketahui rajin meningkatkan kemampuan teknologi pertahanan masing-masing negara. Berikut rinciannya:

    - Peringkat di situs GFP
    AS nomor 1
    Iran nomor 21

    ­- Populasi
    AS 323,9 juta orang
    Iran 82,8 juta orang

    - Sumber daya produktif
    AS 120 juta orang
    Iran 39,5 juta orang

    - Jumlah tentara
    AS 1,4 juta orang
    Iran 534 ribu orang

    - Tentara cadangan
    AS 990 ribu orang
    Iran 400 ribu orang

    - Anggaran militer
    AS 7,900 triliun
    Iran 84,5 triliun

    - Total pesawat
    AS 13,762 unit
    Iran 477 unit

    - Pesawat penyerang (jet tempur)
    AS 2,785 unit
    Iran 137 unit

    - Helikopter
    AS 6,065 unit
    Iran 126 unit

    - Helikopter penyerang
    AS 947 unit
    Iran 12 unit

    - Pasukan tank
    AS 5,884 unit
    Iran 1,616 unit

    - Kendaraan lapis baja
    AS 41,062 unit
    Iran 1,315 unit

    - Proyektor roket
    AS 1,331 unit
    Iran 1,474 unit

    - Total aset angkatan laut
    AS 415 unit
    Iran 398 unit

    - Kapal Induk
    AS 19 unit
    Iran 0

    - Kapal selam
    AS 70 unit
    Iran 33 unit

    - Frigate
    AS 8 unit
    Iran 5 unit

    - Kapal penghancur
    AS 63 unit
    Iran 0 unit

    - Korvet
    AS 0 unit
    Iran 3 unit

    - Garis pantai
    AS 19,924 kilometer
    Iran 2,440 kilometer


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.