Tolak Jual Rokok, Pedagang Inggris Dipukul Hingga Tewas

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vijay Patel (49) tewas dipukuli usai menolak untuk menjual kertas rokok kepada anak-anak di bawah umur. mirror.co.uk

    Vijay Patel (49) tewas dipukuli usai menolak untuk menjual kertas rokok kepada anak-anak di bawah umur. mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta -Seorang pemilik toko di Inggris tewas mengenaskan setelah dipukuli tiga remaja. Vijay Patel dianiaya karena menolak menjual rokok kepada para pelaku yang masih di bawah umur.

    Seperti dilansir The Mirror, Selasa 9 Januari 2018, insiden ini terjadi di minimarket Rota Express, London, milik Patel pada Sabtu malam lalu.

    Tiga orang remaja—diduga berkulit hitam—masuk ke dalam toko dan berusaha membeli sebungkus rokok.

    Pelayan toko yang juga anak buah Patel meminta ketiganya menunjukkan kartu identitas, karena di Inggris hanya orang yang telah berusia di atas 18 tahun yang boleh membeli rokok.

    Baca juga:

    Inggris Penjarakan Mahasiswa Indonesia Pelaku Pedofilia

    Polisi Met mengatakan ketika ketiganya tidak dapat menunjukkan kartu identitas, para pelaku menjadi agresif dan mengancam akan merusak toko.

    "Seorang pria tewas untuk menegakkan aturan,” kata Ian Lott, aparat kepolisian London.

    Patel yang bermigrasi dari India pada 2006, buru-buru datang dan membantu anak buahnya. Namun ia dipukul hingga terjatuh ke lantai. Pelayan toko juga dipukul dan mengalami luka ringan.

    Korban langsung dilarikan ke rumah sakit St Mary's di Paddington, London namun menghembuskan nafas terakhir dalam usia 49 tahun pada Senin malam.

    Ayah dua anak ini sempat mendapat bantuan alat penunjang kehidupan namun akhirnya meninggal dunia akibat luka parah di kepalanya.

    Seorang remaja berusia 16 tahun telah ditangkap polisi, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

    Keluarga Patel mempublikasikan foto terakhir korban yang tengah dirawat di rumah sakit untuk membantu polisi menangkap pelaku lainnya.

    Saudara Patel, Prakash, mengatakan kepada the Daily Mail, "Dia adalah pria terbaik di dunia. Dia tewas untuk melindungi tokonya."

    Sementara Jagmeet Sethi, 27 tahun, yang bekerja di toko milik Patel selama setahun terakhir, masih tak percaya majikannya tewas hanya karena sebungkus rokok. “Berat bagi saya untuk menerima kenyataan ini.”

    Kematian Patel juga mengejutkan bagi para tetangga di wilayah Mill Hill, London, Inggris. Wilayah ini dikenal tenang dan aman meski terkadang ada sejumlah anak sekolah nakal yang kadang-kadang mengganggu lingkungan sekitar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.