Minggu, 19 Agustus 2018

Presiden Moon Jae-in: Tidak Ada Lagi Perang di Semenanjung Korea

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kandidat Presiden Moon Jae-in, bersama dengan istrinya Kim Jung-sook usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden di Seoul, Korea Selatan, 9 Mei 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Kandidat Presiden Moon Jae-in, bersama dengan istrinya Kim Jung-sook usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden di Seoul, Korea Selatan, 9 Mei 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dalam pernyataan pers pertamanya pada 2018, menegaskan, tidak akan pernah ada lagi perang di Semenanjung Korea.

    Presiden Moon, yang berbicara dari Cheong Wa Dae, hari ini, 10 Januari 2018, pukul 10.00 waktu setempat, menyatakan hal itu sehari setelah perundingan dilakukan antara delegasi Korea Utara dan Korea Selatan di desa gencatan senjata, Paju, Panmunjom.

    Baca: 4 Hal Menarik dari Perundingan Korea Utara - Korea Selatan

    "Harus tidak ada lagi perang di Semenanjung Korea. Tujuan akhir dari kebijakan luar negeri dan pertahanan kita adalah mencegah terulangnya kembali perang di Semenanjung Korea," kata Presiden Moon, seperti dikutip dari Korea Times.

    Namun, Presiden Moon menegaskan, sanksi terhadap Korea Utara tetap diberlakukan, kecuali negara itu berubah.

    Korea Utara berulang kali dikenai sanksi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa gara-gara menolak menghentikan program senjata nuklirnya.

    Baca: Moon: Korea Selatan Tolak Korea Utara Jadi Negara Nuklir

    Sebelumnya, ketegangan di Semenanjung Korea begitu kuat lantaran Korea Utara secara intensif mengadakan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua atau ICBM dan bom hidrogen sepanjang 2017. Kemudian, Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang melakukan latihan militer secara besar-besaran di perairan Semenanjung Korea, sehingga dunia sempat cemas perang akan pecah.

    Presiden Moon Jae-in pernah mengatakan perang dengan Korea Utara sangat besar kemungkinannya. Moon menyatakan hal itu pada Rabu, 17 Mei 2017, atau tiga hari setelah Pyongyang melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah, Hwasong-12. Rudal itu dikatakan mampu membawa hulu ledak nuklir ukuran besar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Fakta Pembukaan Asian Games 2018

    Pembukaan Asian Games 2018 yang spektakuler menuai pujian dari warganet. Ini fakta-faktanya.