Pakistan Bebaskan Ulama Anti-Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas memeriksa kendaraan yang rusak di sekitar lokasi serangan bom bunuh diri yang menyerang kendaraan paramiliter Frontier Corps di Peshawar, Pakistan, 17 Juli 2017. Kelompok Taliban secara cepat telah mengklaim atas serangan itu. xinhuanet.com

    Seorang petugas memeriksa kendaraan yang rusak di sekitar lokasi serangan bom bunuh diri yang menyerang kendaraan paramiliter Frontier Corps di Peshawar, Pakistan, 17 Juli 2017. Kelompok Taliban secara cepat telah mengklaim atas serangan itu. xinhuanet.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Pakistan memerintahkan pembebasan ulama radikal anti-Amerika Serikat yang pergi ke Afganistan bersama ribuan pengikutnya untuk membantu Taliban melawan pasukan sekutu pimpinan Amerika pada 2001.

    Kabar pembebasan itu datang di tengah munculnya ketegangan Amerika Serikat dengan Pakistan menyusul tudingan Presiden Donald Trump terhadap Pakistan yang dianggap melindungi kaum militan dan menahan bantuan Amerika ke Islamabad.

    Baca: Pakistan Tahan Pria Jerman Dekat Area Militan

    Petugas membawa korban tewas akibat ledakan di sebuah rumah sakit di Quetta, Pakistan 8 Agustus 2016. Militan ISIS mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom bunuh diri yang menewaskan 70 orang. REUTERS

    Arab News dalam laporannya menyebutkan, ulama radikal yang dibebaskan tersebut adalah Sufi Mohammad.

    "Dia dibebaskan dengan alasan kesehatan dan pembebasannya masih dalam proses," kata pengacaranya, Fida Gul.Sejumlah petugas memeriksa lokasi bom bunuh diri yang meledakkan Klinik Vaksinasi Polio di Quetta, Pakistan, 13 Januari 2016. Diduga pelaku dari dua ledakan bom bunuh diri ini merupakan kelompok militan. AP Photo/Arshad Butt

    Mohammad yang juga ayah mertua Mullah Fazlullah, seorang pemimpin Taliban Pakistan, dibekap dalam penjara sejak 2009.

    Baca: 50 Ulama Terkemuka Sahkan Perkawinan Sejenis

    Washington menuduh Pakistan kembali menutup mata terhadap kelompok militan. Pakistan menolak tuduhan tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.