Pangeran Gay India Buka Istananya untuk Kaum LGBT

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta menari dalam parade gay untuk mendukung hak-hak kaum gay, lesbian, biseksual dan transgender di Mumbai, India, 6 Februari 2016. Dalam aksinya, ratusan peserta menuntut pemerintah India untuk menghapus diskriminasi terhadap kaum LGBT. REUTERS/Danish Siddiqui

    Seorang peserta menari dalam parade gay untuk mendukung hak-hak kaum gay, lesbian, biseksual dan transgender di Mumbai, India, 6 Februari 2016. Dalam aksinya, ratusan peserta menuntut pemerintah India untuk menghapus diskriminasi terhadap kaum LGBT. REUTERS/Danish Siddiqui

    TEMPO.CO, Jakarta - Kaum LGBT di India yang selama ini rentan mendapat serangan, kini bisa sedikit lega setelah seorang pangeran gay India membuka istananya yang memiliki luas 15 hektare untuk mereka.

    "Bahkan dia sekarang sedang membangun gedung bagi para tamu untuk kaum LGBT," tulis Independent.

    Baca: Pertama Kali di India, Taksi Disopiri Kaum Homo

    Peserta aksi memegang bendera berwarna pelangi dalam parade mendukung hak-hak kaum gay, lesbian, biseksual dan transgender di Mumbai, India, 6 Februari 2016. Ratusan peserta ikut ambil bagian dalam parade yang menuntut penghapusan diskriminasi kaum LGBT. REUTERS/Danish Siddiqui

    Pangeran Manvendra Singh Gohil, putra dan penerus takhta Maharaja Rajpipla di Gujarat, India Barat, akan menjalankan roda organisasi gay, The Lakshya Trust, dari istana ini.

    Pria berdarah biru ini dikucilkan oleh keluarganya ketika ketahuan bahwa dia merupakan seorang gay pada 2006. Sejak itu, dia mulai membangun komunitas untuk mendukung pria gay dan mendidik masyarakat mencegah dari serangan HIV/Aids dari istananya.

    Persoalan homoseksual merupakan perbuatan sangat tabu di India. Demikian juga dengan seks sesama jenis bakal mendapatkan hukuman berat di negeri itu.Sejumlah aktivis Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) menari dalam acara Rainbow Pride Walk di Kolkata, India, 13 Desember 2015. Pada April 2014, India resmi mengakui keberadaan transgender sebagai jenis kelamin ketiga, yang bukan laki-laki atau perempuan. AP Photo/Bikas Das

    Berbicara dengan International Business Times, pangeran ini mengatakan dia akan memberdayakan masyarakat dengan sistem jaminan masyarakat yang mereka inginkan.

    Hal itu diperlukan untuk memastikan mereka tidak ditinggalkan dan tidak mendapatkan apa-apa jika keluarga mereka menolak setelah bebas sebagai gay. "Saya telah mengalaminya, kaum gay pasti mengalami hal yang sama," ucapnya.

    Status pangeran sebagai seorang gay pernah menjadi berita besar di sejumlah media di India. Banyak yang memprotes dengan cara membakar patung di depan rumahnya. "Masyarakat menuntut agar gelar kebangsawanannya dicopot," seperti dilaporkan Independent.

    Setelah itu, dia menjadi subyek berita serial di BBC di bawah judul Undercover Princes, sebuah siaran reality show televisi yang mengambil lokasi shooting di tiga istana kerajaan.Sejumlah aktivis Lesbian, Gay, Bisexual and Transgender (LGBT) India membentangkan bendera pelangi untuk berpartisipasi dalam Rainbow Pride Walk di Kolkata, India, 13 Desember 2015. Pada April 2014, India resmi mengakui keberadaan transgender sebagai jenis kelamin ketiga, yang bukan laki-laki atau perempuan. AP Photo/Bikas Das

    Selain membuka istananya, lembaga amal Pangeran Manvendra menyediakan jasa konsultasi, layanan kesehatan, dan dukungan terhadap ribuan kelompok gay. Meskipun gay, ada di antara kaum gay yang menikahi perempuan demi bebas dari beban budaya.

    Pangeran sendiri dipaksa menikah pada 1991, tapi dia mengatakan perkawinannya benar-benar sebuah bencana besar sehingga dia bercerai.

    Baca: Milisi LGBT Siap Ganyang ISIS di Suriah

    Pangeran Manvendra pernah menjadi bintang tamu The Oprah winfrey Show pada 2007. Dia yang menjadi salah satu dari tiga orang yang mendapatkan julukan Gay di Sekitar Dunia tersebut, mengatakan dia tidak menyesal keluar dari keluarga kerajaan.

    Menurut dia, meskipun ia bagian dari kaum LGBT, orang-orang yang tinggal di negaranya mengagumi dia karena peran utama yang ambilnya adalah demi mencegah dan mendidik masyarakat tentang HIV/Aids.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.