Menara Trump Terbakar, 3 Orang Terluka

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota polisi tampak berjaga saat sejumlah umat Muslim dan aktivis pendukung antaragama menggelar aksi dan berbuka puasa bersama di depan kediaman Donald Trump di Trump Tower, New York, 1 Juni 2017. REUTERS/Lucas Jackson

    Anggota polisi tampak berjaga saat sejumlah umat Muslim dan aktivis pendukung antaragama menggelar aksi dan berbuka puasa bersama di depan kediaman Donald Trump di Trump Tower, New York, 1 Juni 2017. REUTERS/Lucas Jackson

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 3 orang terluka, saat api melalap atap Menara Trump di tengah kota Manhattan, New York pada Senin pagi, 8 Januari 2018.

    Petugas Pemadam Kebakaran New York mengatakan, seorang petugas pemadam kebakaran dirawat di rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam jiwa. Sementara 2 orang menderita luka ringan termasuk seorang pekerja bangunan yang cedera.

    Baca: Ini Daftar Lengkap Perusahaan Donald Trump di Indonesia  

    Eric Trump, anak Trump, menjelaskan, asal api dari menara pendingin di atap bangunan. Ada percikan api. 

    "Pemadam kebakaran New York ada di sini dalam beberapa menit dan melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Eric Trump, seperti yang dilansir CNBC pada 8 Januari 2018. 

    Api tersebut dilaporkan menyebar sebelum pukul 7 pagi waktu setempat di lantai 68 yang merupakan tempat tinggal utama Trump sebelum dilantik sebagai presiden ke 45 Amerika Serikat setahun lalu.

    Baca: Polisi New York Pusing, Menara Trump Tiap Pekan Diancam Bom  

    Lebih dari 90 menit setelah laporan awal, 84 petugas pemadam kebakaran dan 24 unit mobil masih berada di tempat kejadian.

    Petugas Pemadam Kebakaran mengatakan kebakaran itu tidak berlangsung di dalam gedung, tapi di atasnya.

    "Api tidak keluar dari ventilasi. Tidak ada asap atau api di dalam bangunan," kata juru bicara pemadam kebakaran New York, Roger Sakowich.

    Presiden Trump berada di Washington pada saat kejadian. Penyebab kebakaran atap Menara Trump sedang diselidiki oleh Departemen Pemadam Kebakaran New York.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.