Wow, Dari Mengemis, Pria India Beristri 3 dan Harta Melimpah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja teh, Ramesh Mahali, 59 tahun (kanan) dan istrinya Puliya Mahali duduk di rumah mereka di Bundapani, India, Senin 25 Agustus 2014.

    Pekerja teh, Ramesh Mahali, 59 tahun (kanan) dan istrinya Puliya Mahali duduk di rumah mereka di Bundapani, India, Senin 25 Agustus 2014. "Saya harus menjadi seperti pengemis", ujar Mahali. Ia tidak dapat memberikan makanan yang layak bagi dirinya dan keluarga sejak perkebunan teh ditutup. AP/Manish Swarup

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengemis adalah pemandangan umum di India. Tidak ada satupun lampu lalulintas yang dilewati tanpa ada tukang meminta-minta, yang mencoba mendekati kaca mobil untuk meminta uang sumbangan.

    tidak semua orang diberkati dengan tempat berlindung yang layak dan tiga  kali makan sehari. Mereka ini tidak memiliki pilihan selain meminta dari orang yang lewat. Kebanyakan dari mereka berjuang untuk menghasilkan 100 rupee atau sekitar Rp 21 ribu per hari.

    Baca: Arab Saudi Izinkan India Berangkatkan Jamaah Haji Via Laut

     

    Tapi pengemis yang sedang kita bicarakan tidak seperti yang dipikirkan. Pengemis penyandang cacat dari Jharkhand ini memiliki kisah yang agak mengejutkan.

    Baca: Pengunjung Bonbin India Masuki Kandang Singa lalu...

     

    Chotu Baraik, seorang pengemis berusia 40 tahun yang cacat, menghasilkan 30000 rupee atau Rp 6,3 juta per bulan hanya dengan mengemis.

    Baraik menjalani kehidupan pernikahan yang bahagia bersama tiga istrinya, salah satunya membantu menjalankan toko.

    Baraik, penduduk Chakradharpur di distrik Singhbhum Barat, mengatakan dia menginvestasikan seluruh bisnisnya dari uang yang dihasilkan dari mengemis.

    Dia memiliki toko sendiri yang menjual peralatan yang dijalankan oleh salah satu dari tiga istrinya. Dia juga merupakan distributor untuk Vestige, perusahaan terkemuka yang bergerak dalam bidang kesehatan dan produk perawatan pribadi.

    Penghasilannya total 1 juta rupee atau Rp 211,3 juta sebulan.

    Baraik memiliki 20 staf yang mengelola usaha ini. Begitu dia selesai mengemis di pagi hari, dia mengenakan jas dan dasi di malam hari, memimpin rapat.

    Baraik juga mengaku menikmati kebahagiaan pernikahan dengan ketiga istrinya, dimana hampir tidak pernah ada perselisihan di rumahnya.

    "Istri pertamaku menjalankan toko peralatan. Penghasilan dari mengemis dan bisnis pemasaran didistribusikan sama di antara 2 istri saya yang lain. Jadi tidak ada perselisihan di antara mereka," katanya seperti dilansir Gulf News pada 8 Januari 2018.

    Meski mendapat banyak uang dari bisnisnya, Baraik tidak berniat berhenti mengemis.

    Cerita serupa dilaporkan dari daerah Bihar beberapa waktu yang lalu oleh India Tv ketika seorang wanita India yang diidentifikasi sebagai Sarvatia Devi memiliki dua rekening tabungan dan melakukan investasi yang baik dalam dua polis asuransi atas namanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.