Korea Utara Disanksi, Ultah Kim Jong Un Tidak Meriah

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melakukan tarian saat berlangsungnya perayaan ulang tahun kelahiran 100 tahun Kim Jong-suk dan mantan pemimpin Kim Jong-il yang diangkat sebagai komandan tertinggi Tentara Rakyat Korea  di Pyongyang, 24 Desember 2017. REUTERS/KCNA

    Sejumlah warga melakukan tarian saat berlangsungnya perayaan ulang tahun kelahiran 100 tahun Kim Jong-suk dan mantan pemimpin Kim Jong-il yang diangkat sebagai komandan tertinggi Tentara Rakyat Korea di Pyongyang, 24 Desember 2017. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, diyakini merayakan ulang tahun yang ke 34 pada Senin, 8 Januari 2018. Namun perayaan ini berlangsung tanpa kemeriahan, seperti yang diharapkan dari seorang pemimpin yang dikenal karena kultus pribadi dan kehebohan saat peluncuran rudal andalannya.

    Ulang tahun diktator ini telah menjadi hal kurang penting sejak Kim JOng Un berkuasa pada 2011, dan tidak dimasukkan dalam kalender resmi 2018 negara.  Padahal, negara ini telah mengklaim berhasil melakukan 16 uji coba rudal dan sebuah uji coba nuklir ke-6, yang memberinya alasan untuk terus mempromosikan diri.

    Baca: Paus Pidato Soal Korea Utara dan Yerusalem, Apa Isinya?

     

    Seperti yang dilansir Telegraph pada 8 Januari 2018, beberapa pakar Korea Utara menyebutkan tidak adanya perayaan diduga sebagai dampak dari sanksi ekonomi yang ketat dari PBB dan Amerika Serikat.

    Baca: Direktur CIA Pompeo Sebut Korea Utara Takut, Kenapa?

     

    "Sanksi internasional, terutama yang dilakukan setelah uji coba nuklir ke-6 pada September, telah menyebabkan banyak kesulitan bagi pekerja, dengan banyak kehilangan pekerjaan sebagai akibat melambatnya ekspor batu bara secara bertahap. Jadi opini publik Kim Jong-un telah turun ke level rendah terbaru, "kata sumber itu.

    "Ketika pemerintah mendorong propaganda tentang pengembangan nuklir dan misilnya sementara para pedagang yang kehilangan pekerjaan dan kelaparan tahun ini, orang hanya akan menertawakan Kim Jong-un jika mereka melihat hari kelahirannya dijadikan liburan."

    Media USA Today menulis bahwa hari lahir Kim Jong Un tidak menjadi hari libur nasional. Namun, kurangnya kemegahan di sekitar hari ulang tahunnya mungkin sesuai dengan usaha yang dilakukan oleh saudaranya Kim Yo-jong itu untuk mencetak citranya sebagai pemimpin yang baik hati.

    Media Independent melansir ini kontras tajam dengan perayaan nasional pada 16 Februari untuk menghormati almarhum ayahnya Kim Jong-il, yang dikenal sebagai Hari Bintang Cemerlang. Dan ulang tahun kakeknya Kim Il Sung pada 15 April, Hari Matahari.

    Bahkan usia Kim adalah misteri dan belum pernah diakui secara resmi. Usia 34 dikonfirmasi oleh bibinya Ko Yong Suk dalam sebuah wawancara dengan Washington Post, saat dia mengenang menggati popok Kim waktu bayi.

    Ko juga menceritakan bagaimana pada hari ulang tahun kedelapan Kim diberi seragam yang dihiasi oleh bintang-bintang dan dihormati petinggi Korea Utara.

    Sebagai orang dewasa, Kim pernah datang ke perayaan ulang tahunnya secara publik pada 2014. Saat itu, bintang bola basket Amerika Dennis Rodman menyanyikan "Selamat Ulang Tahun" kepadanya setelah melakukan pertandingan eksibisi di Pyongyang, Korea Utara. Namun nyanyian ini ternyata tenggelam oleh tepuk tangan massa.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.