Anak Ahmadinejad Bantah Ayahnya Ditangkap Aparat Iran

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahmoud Ahmadinejad . REUTERS/Karim Kadim

    Mahmoud Ahmadinejad . REUTERS/Karim Kadim

    TEMPO.CO, Jakarta -Anak mantan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, menepis kabar penangkapan ayahnya dan menyebutnya sebagai “berita palsu.”

    Sebelumnya beredar kabar Ahmadinejad ditangkap atas dugaan menghasut demonstran sehingga memicu kerusuhan melawan pemerintahan Presiden Hassan Rouhani.

    Pernyataan anak Ahmadinejad pertama kali diungkapkan Alireza Mataji, wartawan garis keras Iran.

    Baca juga:

    Diduga Provokasi Demo Iran, Ahmadinejad Ditangkap

    "Saya telah berbicara dengan putra mantan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad. Ia menyangkal bahwa ayahnya ditangkap," tulis Mataji di akun Twitternya @alimat1979 seperti dikutip dari Al Araby, Senin 8 Januari 2018.

    Anak Ahamdinejad mengklaim ayahnya akan pergi ke kantornya seperti biasa.

    Sebelumnya, harian al-Quds al-Arabi yang berbasis di London, dengan mengutip "sumber terpercaya di Teheran", mengatakan bahwa Ahmadinejad mengkritik pemimpin Iran dalam kunjungan di Kota Bushehr pada 28 Desember.

    Di depan demonstran anti-pemerintah, Ahmadinejad mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Hassan Rouhani tidak memahami dan abai terhadap masalah yang dihadapi masyarakat.

    Menurut al-Quds al-Arabi, komentar Ahmadinejad menyebabkan pihak berwenang menempatkannya dalam tahanan rumah.

    Baca juga:

    Iran: CIA, Mossad dan Arab Saudi di Balik Demonstrasi 

    Mataji menuding kabar palsu ini dibuat oleh mantan editor berita Iran di stasiun televisi Al Arabiya milik Arab Saudi, musuh bebuyutan Iran. Dia juga membantah bahwa Ahmadinejad mengkritik pemerintah. Menurutnya, pernyataan itu ditulis oleh sejumlah akun Twitter yang bukan milik Ahmadinejad sendiri.

    Unjuk rasa di Iran dimulai pada Kamis dua pekan lalu dari Kota Mashhad. Aksi protes pun meluas ke sejumlah kota termasuk Teheran, Khorramabad, Karaj dan Sabzevar. Ribuan orang mengikuti unjuk rasa terbesar setelah pemilu 2009, yang memenangkan Ahmadinejad.

    Sedikitnya 22 orang dilaporkan tewas sementara ribuan orang lainnya ditangkap. Otoritas Iran mengumumkan unjuk rasa berhasil dipadamkan dan menggelar demonstrasi pro-pemerintah selama tiga hari berturut-turut di seluruh penjuru negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.