Kapal Tanker Iran Tabrakan di Cina, 32 Hilang

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal terbakar. boats.com

    Ilustrasi kapal terbakar. boats.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah kapal tanker pembawa minyak Iran, Sachi, terbakar hebat setelah tabrakan dengan kapal kargo di Laut Cina Selatan, Ahad, 7 Januari 2018.

    "Akibat kecelakaan tersebut 32 awak kapal hilang," kata pejabat Cina seperti dikutip Reuters.

    Menurut pejabat Cina kepada awak media, kapal yang dioperasikan oleh perusahan minyak ternama di Iran itu memuntahkan hampir seluruh isi kapal ke Laut Cina Selatan. Api disusul asap tebal warna hitam tampak membumbung ke langit, bahkan melumat hampir seluruh badan kapal.

    Baca: Iran Bikin Tanker Minyak untuk Venezuela

    Ilustrasi kapal terbakar. media.npr.org

    "Penyelamatan kapal terlambat karena kendala cuaca buruk sehingga api cepat menyambar seluruh badan kapal," kata Mohammad Rastad, Kepala Organisasi Maritim dan Pelabuhan Iran, kepada televisi Iran.

    Beberapa media dalam laporannya mengatakan, kapal Sachi yang dioperasikan oleh operator kapal minyak top Iran itu bertabrakan dengan CF Crystal di lepas pantai dekat Shangai dan di mulut Sungai Yangtze pada Sabtu petang, 6 Januari 2018, waktu setempat.Ilustrasi kapal terbakar. thecanarynews.com

    Tanker yang terdaftar di Panama itu sedianya berlayar dari Iran menuju Korea Selatan dengan membawa 136 ribu ton kondesat atau minyak mentah ultra ringan. Minyak yang diangkut oleh tanker ini setara dengan satu juta barrel senilai US$ 60 juta atau sekitar Rp 800 miliar.

    Baca: Korea Selatan Tahan Kapal Tanker Tujuan Korea Utara

    "Seluruh awak kapal tanker berkebangsaan Iran kecuali dua orang warga negara Bangladesh. Adapun 21 kru kapal CF Crysral seluruhnya berkebangsaan Cina. Mereka berhasil diselamatkan dan kapal tidak mengalami kerusakan berarti," kata Menteri Transportasi Cina kepada media.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.