Arab Saudi Mulai Rekrut Pegawai Perempuan untuk Kelola Bandara

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua perempuan berbincang usai memberikan suara di pemilu perwakilan tingkat kota di Riyadh, Arab Saudi, 12 Desember 2015. Tidak hanya sebagai pemilih, dalam pemilu ini untuk pertama kalinya perempuan Arab Saudi dapat menjadi kandidat. REUTERS/Faisal Al Nasser

    Dua perempuan berbincang usai memberikan suara di pemilu perwakilan tingkat kota di Riyadh, Arab Saudi, 12 Desember 2015. Tidak hanya sebagai pemilih, dalam pemilu ini untuk pertama kalinya perempuan Arab Saudi dapat menjadi kandidat. REUTERS/Faisal Al Nasser

    TEMPO.CO, Riyadh - Perusahaan terbesar Arab Saudi bidang pengelolaan bandara, Saudi Ground Services, berencana merekrut pegawai perempuan untuk pertama kalinya dalam menangani layanan konter check-in.

    “Perekrutran dan pelatihan akan dimulai pada Februari 2018,” begitu kata Bassam Al-Bokhari, kepala Saudi Ground Services, kepada Arab News, Kamis, 4 Januari 2018.

    Baca: Tiga Raksasa Bioskop Dunia Incar Pasar Hiburan Saudi

     

    Pembukaan lowongan bagi kaum perempuan ini mendapat respon yang positif dengan membludaknya minat dari para calon karyawan. “Kami mendapatkan aplikasi lamaran sekitar 10 ribu lewat situs online kami,” kata Al-Bokhari.

    Baca: 6 Perubahan Terbesar Terjadi di Arab Saudi Tahun 2018

     

    CEO SGS, Omar Najjar, mengatakan kebijakan perusahaan ini dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah memberdayakan perempuan. “Sehingga kaum perempuan menjadi bagian produktif dari masyarakat,” kata Najjar.

    Seperti diberitakan, pemerintah Arab Saudi mulai melonggarkan berbagai aturan yang selama ini membatasi ruang gerak kaum perempuan.

    Raja Arab Saudi, Salman, telah memerintahkan jajarannya agar mengizinkan kaum perempuan menyetir mobil, menonton kegiatan olah raga di stadion, menonton pertunjukan musik dan film di bioskop hingga berlatih olah raga yoga. Semua ini akan mulai berjalan pada 2018 ini.

    Kebijakan ini merupakan langkah reformasi yang selama ini ditunggu-tunggu rakyat Saudi. Menurut Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed Bin Salman, reformasi ini dilakukan agar Saudi menjadi negara yang moderat dan terbuka terhadap agama dan kultur negara lain. “Kami ingin menjadi negara yang moderat,” kata dia.

    Al-Bokhari melanjutkan para karyawan perempuan ini akan menjalani program latihan intensif. Ini seperti latihan mengenai layanan penumpang, prosedur check-in, keamanan, keselamatan, cara berkomunikasi, layanan pelanggan dan pengaturan waktu. Latihan ini akan dilakukan bersama Kementerian Tenaga Kerja dan Pengembangan Sosial Arab Saudi.

    ARAB NEWS | GUARDIAN | REUTERS

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.