ISIS Kecam Hamas, Israel dan Trump lewat Video Eksekusi

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abu Bakr al-Baghdadi. cnn.com

    Abu Bakr al-Baghdadi. cnn.com

    TEMPO.CO, Sinai - Kelompok ISIS cabang Sinai, Mesir, mengancam akan menyerang Faksi Hamas Palestina karena dianggap gagal melawan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut Kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    Kelompok teror ini juga menyebut Hamas telah murtad karena mengadopsi sistem demokrasi, enggan menyerang warga Yahudi dan berupaya menurunkan ketegangan dengan AS. Hamas dituding telah menangkap sejumlah pendukung ISIS di Gaza karena menyerang Israel.

    Baca: Pengacara Trump Coba Blokir Buku Kontroversial, Penerbit Lanjut

     

    Dalam video selama 22 menit berjudul Komunitas Ibrahim, kelompok ISIS ini menyerukan anggotanya untuk menyerang kelompok Hamas dan Israel secara besar-besaran.

    Baca: Trump Dukung Dialog Korea Utara dan Korea Selatan karena ...

     

    "Kelompok murtad gang Hamas mengambil keuntungan dari Mesjid Al-Aqsa, yang ditempatkan Tuhan di hati muslim, demi kepentingan politik, walaupun darah muslim menjadi harga yang dibayar untuk meraih keuntungan duniawi itu," kata seorang narator yang tidak disebutkan namanya dengan menyebut lokasi suci ketiga muslim yang terletak di Kota Yerusalem.

    Narator juga menuding lewat video yang diunggah di jejaring sosial Telegram pada 3 Januari 2018 bahwa,"Perjuangan mereka (Hamas) untuk berubah dari upaya mengusir Israel dari tanah milik muslim menjadi upaya untuk sekadar mengontrol Jalur Gaza."

    Video ini juga menampilkan gambar mantan pemimpin Hamas, Khaled Meshaal, yang berdiri di sebelah pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Iran mendukung Hamas dengan menyuplai sejumlah rudal dan mendanai pembuatan jaringan terowongan bawah tanah untuk pergerakan pasukan dan suplai logistik.

    Hamas terkesan menghindari perang terbuka dengan Israel pasca pengumuman Trump soal status Kota Yerusalem. Selama ini, Hamas telah terlibat dalam tiga kali perang besar dengan Israel dengan perang terakhir terjadi pada 2014.

    Kelompok ISIS ini juga menampilkan eksekusi terhadap seorang warga Gaza, yang selama ini membantu ISIS dengan menyuplai senjata. Alasannya, warga Gaza yang bernama Abu Zmat ini, yang merupakan tentara ISIS, juga membantu Hamas.

    Seseorang bernama Abu Kazem Al-Maqdisi, yang mengklaim dirinya sebagai hakim di video itu, menjatuhkan hukuman mati kepada Zmat dengan algojo bernama Mohammed Al-Dujani, yang juga berasal dari Gaza. Mohammed ini merupakan anak dari tokoh terkenal Hamas, Anwaar Al-Dujani.

    Keluarga Al-Dujani menanggapi video itu dengan mengatakan Mohammed telah melanggar hukum Tuhan dengan tindakannya menjadi algojo.

    Menanggapi video ini, juru bicara Hamas, Salah al-Bardawil, mengatakan video itu merupakan buatan dinas intelejen Israel untuk menimbulkan ketegangan di Jalur Gaza. "Naif jika menanggapi isu ini secara ideologis," kata al-Bardawil. "Isu ini terkait langsung dengan isu pendudukan (di Gaza)." Keputusan Trump soal Kota Yerusalem membuat munculnya aksi unjuk rasa besar-besaran di Gaza dan Tepi Barat.

    NEWSWEEK | ARAB NEWS | TIMES OF ISRAEL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?