Perkenalkan, Band Arab Saudi Rilis Video Klip tentang Bioskop

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bioskop. Shutterstock.

    Ilustrasi bioskop. Shutterstock.

    TEMPO.CO, Jakarta - Grup band Arab Saudi, Most of Us, pembukaan kembali bioskop setelah 35 tahun dilarang beroperasi dengan merilis video klip baru.

    Seperti dilansir Al Arabiya, Rabu 3 Januari 2018, dalam lagu yang berjudul "Cinema in Saudi", band yang beranggotakan Hasan Hatrash, Khalid Sharani, Amro Hawari dan Amir Abbas menghidupkan kembali kenangan masa kecil favorit mereka tentang bioskop, Hollywood dan pahlawan super.

    Baca: Arab Saudi Akhirnya Hapus Larangan Menonton di Bioskop

    "Saya punya ide lama sebelum saat kami membuat video tentang wanita yang mengemudi di Arab Saudi. Ketika saya mendengar ioskop itu datang, saya memikirkan untuk mempersiapkannya. Tapi keputusan itu datang lebih cepat dari yang diharapkan, "kata Hatrash, sutradara dan vokalis band tersebut.

    "Kami berdiskusi dan menemukan ide di mana para superstar yang sangat mempengaruhi kami akan menjadi bagian dari lagu tersebut untuk mengungkapkan betapa bahagianya kami tentang hal itu."

    Baca: Saudi Izinkan Wanita Menyopir Truk dan Sepeda Motor?

    Video tersebut menampilkan dua orang yang sedang menonton film di rumah. Keduanya kemudian diajak orang yang ada di dalam layar untuk ke bioskop guna menyaksikan film populer Hollywood melalui layar TV mereka.

    Latar video itu menampilkan beberapa cuplikan film-film laris box office, termasuk Star Wars dan Iron Man.

    Lirik lagu juga mengajak orang Arab Saudi untuk menonton film di bioskop lokal dan tidak perlu lagi menyeberang ke negeri jiran seperti Bahrain atau Uni Emirat Arab hanya untuk menonton film.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.