Uni Eropa Minta Iran Menjamin Hak Unjuk Rasa

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Uni Eropa diturunkan setengah tiang untuk menghormati para korban serangan teror truk Nice di luar markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 15 Juli 2016. REUTERS/Francois Lenoir

    Bendera Uni Eropa diturunkan setengah tiang untuk menghormati para korban serangan teror truk Nice di luar markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia, 15 Juli 2016. REUTERS/Francois Lenoir

    TEMPO.CO, Jakarta - Uni Eropa, Senin, 1 Januari 2018, mengatakan, lembaganya berharap Iran memberikan hak unjuk rasa bagi para penentang pemerintah.

    Iran selama lima hari ini diguncang unjuk rasa menentang pemerintah karena dianggap tidak becus mengatasi kondisi ekonomi negara itu. Menurut sejumlah laporan media, demonstrasi massal tersebut berlangsung di berbagai kota.

    Baca: Roohollah Zam, Jurnalis Penyulut Demonstrasi Besar Iran

    Suasana aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa terkait krisis ekonomi, di Teheran, Iran, 30 Desember 2017. AP PHOTO

    "Setidaknya 20 orang tewas dan 450 orang lainnya ditahan akibat unjuk rasa tersebut," tulis media.

    Juru bicara Uni Eropa, Federica Mogherini, menyatakan, "Kami telah memantau unjuk rasa warga Iran dalam beberapa hari ini. Selanjutnya, kami menghubungi otoritas Iran dan kami berharap mereka memberikan jaminan hak unjuk rasa damai dan mengekspresikan kebebasan berbicara."

    Pernyataan Uni Eropa tersebut disampaikan menyusul keterangan Presiden Iran Hassan Rouhani yang mengatakan bahwa unjuk rasa diizinkan asalkan tidak melanggar hukum.Suasana aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa terkait krisis ekonomi, di Teheran, Iran, 30 Desember 2017. AP PHOTO

    "Kami akan memonitor tersebut perkembangan di Iran," kata juru bicara Federica Mogherini seperti dikutip Brussel Times, Selasa, 2 Januari 2018.

    Baca: Penyebar Unjuk Rasa, Iran Perketat Instagram dan Telegram

    Selain menahan para perusuh, Iran juga membatasi akses jejaring media sosial Instagaram dan Telegram. Kedua media sosial tersebut menurut pemerintah Iran dianggap sebagai bagian dari provokasi yang digunakan oleh demonstran menyebar luaskan informasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.