Gara-gara Jumlah Tagihan Dianggap Menghina, Pelayan Ini Dipukuli

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bertengkar. Shutterstock

    Ilustrasi bertengkar. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -Empat orang ditahan setelah mereka menyerang seorang pelayan di restoran di wilayah Cina Timur. Usut punya usut, mereka marah karena jumlah tagihan itu dalam bahasa Cina dianggap sebagai penghinaan.

    Keempat orang itu mengaku marah ketika tagihan makanan mereka ternyata sebesar 250 yuan, sebuah angka yang dalam bahasa Cina diasosiasikan secara luas memiliki arti "bodoh" atau "tolol.” Hal ini dilansir Global Times, 2 Januari 2018.

    Korban penyerangan bermarga Chen mengatakan bahwa dia tidak dapat melakukan apapun mengenai hal itu.

    "Itulah cek mereka, jadi saya meminta mereka 250 yuan," kata Chen, yang bekerja di restoran hotpot di Linyi, Provinsi Shandong.

    Baca juga:

    Terungkap, Margaret Thatcher Ogah Angkut Panda di Pesawat

    "Lalu mereka berteriak bahwa saya harus memberi mereka diskon," katanya.

    Video mengejutkan dari insiden pada Kamis lalu itu menunjukkan salah satu pria menampar Chen di wajah.

    Tamparan itu memicu perkelahian di antara mereka, dan menyebabkan ketiga orang lainnya berusaha menyerang Chen.

    Dua karyawan restoran lain berusaha untuk turun tangan tapi gagal karena orang-orang terus memukul Chen selama sekitar satu menit.

    Serangan itu diselingi oleh salah satu pria yang memukuli Chen dengan sebuah kursi dan melemparkan sebuah hotpot penuh padanya. Polisi kini sedang menyelidiki kasus tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.