Ilmuwan Salah Koordinat, Rusia Kehilangan Satelit Rp 609 Miliar

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satelit Rusia. sciencealert.com

    Satelit Rusia. sciencealert.com

    TEMPO.CO, JakartaRusia mengaku telah gagal menempatkan satelit cuaca Meteor-M bernilai US$ 45 juta atau setara Rp 609 miliar ke luar angkasa akibat kesalahan ilmuwan menentukan titik koordinat.

    Pada Rabu pekan lalu, Wakil perdana menteri Rusia, Dmitry Rogozin menjelaskan, hilangnya satelit yang diluncurkan pada 28 November 2017 disebabkan oleh kesalahan programer yang memalukan.

    Baca: Siswa Genius India Bikin Satelit Terkecil di Dunia, Dipakai NASA

    Badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengatakan pada November tahun lalu pihaknya telah kehilangan kontak dengan satelit cuaca yang baru diluncurkan dari kosmodrom atau pusat peluncuran luar angkasa Vostochny, di timur jauh negara tersebut.

    Rogozin mengatakan, kegagalan tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.

    Roket yang membawa satelit tersebut telah diprogram dengan koordinat yang salah. Satelit tersebut dilaporkan diprogram dengan koordinat lepas landas dari kosmodrom Baikonur yang terletak di Kazakhstan selatan, bukan dari Vostochny.

    Baca: Ilmuwan Indonesia Bikin Satelit Radar Mikro Pertama di Dunia  

    "Roket itu benar-benar diprogram seolah-olah lepas landas dari Baikonur.Mereka tidak mendapatkan koordinat yang tepat," kata Rogozin.

    Seperti yang dilansir Science Alert pada 1 Januari 2018, Roscosmos menjelaskan, malapetaka tersebut juga terjadi karena ketidaksempurnaan algoritma perangkat lunak sistem kontrol.

    Dengan kata lain, para ilmuwan yang dimaksudkan untuk mengawasi instruksi peluncuran roket tidak cukup matang.

    Roket tersebut membawa 18 satelit yang lebih kecil milik perusahaan riset, ilmiah dan komersial dari Rusia, Norwegia, Swedia, Amerika Serikat, Jepang, Kanada dan Jerman.

    Baca: Cina Berhasil Kirim Enskripsi Kuantum dari Satelit ke Bumi

    The Vostochny spaceport, diletakkan di hutan taiga yang lebat di wilayah Amur, dan merupakan situs peluncuran roket sipil pertama di Rusia. Dengan menghabiskan biaya miliaran dollar Amerika Serikat, situs itu dibangun sejak 2011.

    Ini menjadi kedua kalinya situs peluncuran roket pertama di Rusia mengalami masalah.

    Pada April 2016, setelah penundaan dan overruns biaya besar-besaran, Rusia meluncurkan roket pertamanya dari Vostochny, sehari setelah sebuah kesalahan teknis memaksa penundaan yang memalukan dari kejadian tersebut di hadapan presiden, Vladimir Putin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.