Bahrain Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa terkait krisis ekonomi, di Teheran, Iran, 30 Desember 2017. AP PHOTO

    Suasana aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa terkait krisis ekonomi, di Teheran, Iran, 30 Desember 2017. AP PHOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Bahrain mendesak warganya untuk secepatnya meninggalkan Iran karena demonstrasi besar yang sudah meluas dan situasi keamanan yang tidak stabil. Aksi kekerasan pun meluas.

    Bahrain juga meminta warganya untuk sementara tidak berkunjung ke Iran demi keselamatan diri mereka.

    Baca: 12 Orang Tewas dalam 5 Hari Demonstrasi Besar di Iran

    Kementerian Luar Negeri Bahrain melalui akun Twitter resminya mengeluarkan pemberitahuan tersebut.

    Muslim Syiah, yang menjadi mayoritas di negara kerajaan Bahrain, sudah biasa berkunjung ke Iran untuk kegiatan ibadah.

    Bahrain, menurut Daily Sabah, 1 Januari 2018, merupakan negara pertama di kawasan Teluk Arab yang resmi mengeluarkan travel warning ke Iran.

    Baca: 5 Fakta Penting Pemicu Demonstrasi Besar di Iran

    Demonstrasi besar-besaran di Iran sudah berlangsung selama lima hari. Aksi kekerasan di jalan-jalan pun terjadi. Sedikitnya 12 orang tewas dalam peristiwa itu.

    Selain berdemonstrasi, pengunjuk rasa menyerang pos-pos polisi Iran sebagai bentuk perlawanan. Polisi menghalau para demonstran dengan gas air mata dan menyiramkan air.

    Pemicu demonstrasi besar-besaran di Iran antara lain membumbungnya harga bahan pangan dan bahan bakar minyak, tingginya inflasi, dan korupsi merambah di berbagai lembaga pemerintahan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.