Sambut Tahun Baru 2018, Donald Trump Gelar Pesta Mewah

Reporter:
Editor:

Sita Planasari

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan istrinya, Melania, menggelar pesta malam tahun baru di klub pribadinya di Mar-a-lago, Florida. AP

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan istrinya, Melania, menggelar pesta malam tahun baru di klub pribadinya di Mar-a-lago, Florida. AP

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pesta mewah di klub pribadinya, Mar-a-Lago di Florida untuk menyambut tahun baru 2018. Ia meyakini tahun 2018 akan menjadi "tahun yang gemilang."

    Seperti dilansir The Washington Post, Senin 1 Januari 2018, Trump menghadiri pesta tersebut bersama istrinya, Melania, dan anak bungsunya, Barron, 11 tahun.

    Daily Mail melaporkan Melania Trump nampak memukau dengan gaun merah muda berkilat seharga US$ 4.000 atau sekitar Rp 54 juta.

    Baca juga:

    Luar Biasa! Trump Pernah Bayar Tyson Rp 157 M untuk Laga 91 Detik

    Selain Melania dan Barron, Trump juga membawa anggota keluarga lain seperti putri sulungnya Ivanka yang didampingi suaminya Jared dan dua anak mereka.

    Kedua putra Trump, Eric Trump dan Donald Trump Jr., juga turut hadir dalam pesta yang digelar pada Ahad malam waktu setempat tersebut.

    Sebelumnya, Trump mengunggah cuitan yang membanggakan prestasi ekonominya di tahun pertama.

    Baca juga:

    Amerika Serikat Ancam Putus Bantuan ke Penentang Soal Yerusalem

    Rangkaian cuitannya itu menggarisbawahi kebijakan pengurangan pajak dan harga indeks saham yang naik sebagai keberhasilannya.

    "Negara kita dengan cepat semakin kuat dan semakin pandai, Saya mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada teman, pendukung, musuh, pembenci dan bahkan Media Berita Palsu," cuit Trump merujuk sejumlah perusahaan media utama yang dinilai memusuhinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.