Rabu, 23 Mei 2018

George Weah, Tertantang Ekonomi Liberia 2018

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Legenda sepak bola Afrika asal Liberia George Weah menhadiri perjanjian Ballon d'Or (Golden Ball) dengan  FIFA dan France Football. AFP/ STEPHANE DE SAKUTIN

    Legenda sepak bola Afrika asal Liberia George Weah menhadiri perjanjian Ballon d'Or (Golden Ball) dengan FIFA dan France Football. AFP/ STEPHANE DE SAKUTIN

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pengamat mengacungkan jempol setelah George Weah terpilih menjadi Presiden Liberia dalam pemilihan umum yang berjalan damai melalui dua putaran, 26 Desember 2017.

    Namun bekas bintang sepak bola dunia ini bakal mendapatkan tantangan tidak ringan pada masa kepemimpinannya. Weah akan berhadapan dengan situasi ekonomi Liberia.

    Baca: Wow, George Weah Menang Putaran Pertama Pilpres Liberia

    Dari kiri: General Director French sport daily LEquipe dan France Football Francois Morinieres,Presiden FIFA Joseph S. Blatter, Presiden Amaury Group Marie-Odile Amaury, legenda Sepakbola Africal George Weah, dan Sekjen FIFA Jerome Valcke dalam konvensi mengenai Ballon d'or (Golden Ball). AFP/ STEPHANE DE SAKUTIN

    Menurut Robtel Neajai Pailey, seorang akademisi di sebuah perguruang tinggi Liberia, para pendukungnya yang sebagian besar kaum muda dan pengangguran berjuang demi kemenangan Weah, sekarang menginginkan lapangan pekerjaan.

    "Weah dipilih oleh kelompok marjinal dan kaum belia berusia di bawah 35 tahun," kata Pailey kepada Al Jazeera.Pendukung partai politik Liberation Congress for Democratic Change (CDC) menunjukkan sebuah lukisan pasir yang menggambarkan calon presiden CDC George Weah saat mereka menunggu hasil penghitungan suara di Monrovia pada tanggal 13 Oktober 2017. AFP PHOTO / CRISTINA ALDEHUELA

    Weah yang akan dilantik sebagai Presiden Liberia bulan depan, januari 2018, meraih 61,5 persen suara dalam pemilihan putaran kedua 26 Desember 2017. Adapun rivalnya Wakil Presiden Liberia, Joseph Boakai, dari Partai Persatuan mendapatkan 38,5 persen suara.

    Baca: Peraih Nobel Ungkap Kebobrokan Presiden Liberia

    Pemilihan umum putaran kedua tersebut sempat tertunda karena mendapatkan gugatan dari pihak ketiga. Mereka menuding ada pelanggaran hukum, kecurangan dan penyimpangan penghitungan suara pemilihan umum Liberia.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.