Perayaan Tahun Baru 2018, Polisi Jerman Buat Zona Aman Perempuan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi polisi Jerman. AP Photo

    Ilustrasi polisi Jerman. AP Photo

    TEMPO.COBerlin – Penyelenggara pesta tahun baru 2018 di Brandenburg, Berlin, Jerman, menyediakan zona aman perempuan khusus bagi para perempuan yang merasa khawatir mengalami pelecehan seksual saat menghadiri acara itu.

    “Penyelenggara telah membuat zona aman bagi kaum perempuan, yang pernah menjadi korban pelecehan seksual atau merasa khawatir dengan tindak pelecehan seksual,” begitu pernyataan dari polisi Berlin, Sabtu, 30 Desember 2017.

    Baca: Jerman Bongkar Aksi Intelijen Cina Pakai Akun Linkedln Palsu

    Ditanya soal ini, juru bicara acara pesta tahun baru 2018, Anja Marx, mengatakan, ”Kami melakukan ini pertama kalinya pada tahun ini. Polisi meminta ini dilakukan setelah mereka melakukan pola pengamanan yang sama di Munich Oktoberfest pada tahun ini dan berjalan lancar.”

    Baca: Gereja di Jerman Tuntut Ekspor Senjata ke Arab Saudi Dihentikan

    Tindakan pengamanan ini dilakukan setelah dua tahun lalu ratusan perempuan mengalami pelecehan seksual, seperti diraba, dipegang, hingga dirampok tasnya, oleh sekelompok preman saat menghadiri acara perayaan tahun baru di Kota Cologne, Jerman. Para penyerang digambarkan sebagai orang keturunan Afrika dan Timur Tengah. Marx mengatakan peristiwa ini belum pernah terjadi di Berlin seperti dalam perayaan tahun baru pada tahun lalu.

    Ratusan ribu warga diperkirakan bakal menghadiri acara perayaan pesta tahun baru di Brandenburg Gate di tengah kota pada Ahad malam.

    Acara ini akan diramaikan oleh kembang api, musik live, dan para DJ, yang akan tampil sejak sore hari. Polisi Berlin mengatakan kaum perempuan bisa meminta pertolongan mereka pada tahun ini jika mendapat gangguan. Tim Palang Merah Jerman juga akan berjaga di sekitar lokasi.

    Tindak kejahatan pelecehan ini menimbulkan kritik terhadap kebijakan Kanselir Angela Merkel yang membuka pintu Jerman terhadap lebih dari satu juta migran pada tahun lalu.

    Uniknya, kepala serikat polisi Jerman justru mengkritik pembuatan zona aman ini. “Pembuatan zona aman itu justru mengirim pesan bahwa perempuan tidak aman dari serangan jika berada di luar wilayah itu,” kata Rainer Wendt, dari serikat DpolG.

    GUARDIAN | NBC NEWS | SKY NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.