Agenda Dunia 2018, Peristiwa di Asia Jadi Sorotan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pekerja dan mahasiswa menempatkan karangan bungan di patung mantan Pemimpin Korea Utara Kim Il-sung dan Kim Jong-un di Pyongyang, 24 Desember 2017. REUTERS/KCNA

    Puluhan pekerja dan mahasiswa menempatkan karangan bungan di patung mantan Pemimpin Korea Utara Kim Il-sung dan Kim Jong-un di Pyongyang, 24 Desember 2017. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah peristiwa penting dan menarik akan mewarnai tahun 2018. Sebagian besar peristiwa penting dan menegangkan akan terjadi di kawasan Asia, sehingga bakal jadi sorotan dunia. 

    Berikut Agenda Dunia 2018

    1. Pemilu Malaysia.
    Belum ada tanggal yang resmi kapan pemilu Malaysia akan diadakan. Namun Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak merencanakan pemilu diadakan pada tahun 2018.
    Sepertinya kelompok oposisi belum mampu mengalahkan kekuatan UMNO, partai berkuasa sejak tahun 1957. Akankah Najib maju lagi atau adakah sosok lain dari UMNO yang dimajukan untuk menggantikan Najib? Dan siapa dari oposisi yang siap bertarung?

    2. Pemilu Thailand, November 2018.
    Perdana Menteri, Jenderal Prayut Chan-o-cha berjanji akan mengumumkan tanggal pasti pemilu pada Juni 2018. Thailand akan memilih perdana menteri baru dengan konstitusi baru yang dirumuskan oleh rezim militer Thailand dan tentunya dengan raja baru setelah kematian Bhumibol Adulyadej tahun 2016. Maha Vajiralongkorn, putra satu-satunya Raja Bhumbibol dari pernikahannya dengan Putri Sirikit telah diangkat menjadi raja Thailand.

    Akankah situasi politik di Thailand pulih setelah pemilu? Ada yang meragukan dan ada yang optimistis.

    "Ini semestinya baik bagi negara dan rakyat," kata Wakil Ketua Partai Demokrat, Ong-art Klampaiboon seperti dikutip dari Channel News Asia, 10 Oktober 2017.

    Partai Demokrat merupakan partai oposisi terbesar terhadap partai Puea Thai. Partai ini yang mengusung Yingluck Shinawatra jadi perdana menteri. Namun ia menjadi eksil di luar negeri karena menolak diadili oleh rezim militer Thailand.

    Potret almarhum Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej dipajang di gedung Pusat Seni dan Budaya Bangkok di Bangkok, Thailand, 6 Oktober 2017. Membangun lokasi kremasi bagi mendiang Raja Bhumibol Adulyadej disesuaikan dengan penghlihatan tentang surga, di mana orang Thailand percaya bahwa anggota kerajaan yang meninggal akan hidup kembali di Gunung Meru, sebuah gunung emas dalam mitologi Hindu. REUTERS

    3. Pemilu Rusia Maret 2018.
    Vladimir Putin resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Pusat beberapa hari lalu. Ia memilih maju sebagai calon independen pada pemilu Maret 2018. Putin sempat dikabarkan akan pensiun dari dunia politik karena kecapekan.

    Sejumlah jajak pendapat menunjukkan Putin akan menang dan calon-calon oposisi tidak mampu mengalahkannya. Jika betul demikian, maka Putin akan menjadi pemimpin Rusia terlama setelah Joseph Stalin di masa Soviet dahulu. 

    Jika terpilih, bagaimana arah politik Putin khususnya terhadap terorisme global, konflik di Semenanjung Korea, dan krisis di Timur Tengah.

    4.Setahun setelah serbuan teroris ke Marawi.

    Presiden Rodrigo Duterte telah memperpanjang darurat militer di Marawi, Filipina bagian selatan hingga 31 Desember 2017. Kelompok teroris Maute, jaringan ISIS di Filipina, berhasil diusir dari Marawi.

    Akankah Presiden Duterte mencabut status darurat militer di Marawi? Bagaimana pemulihan trauma penduduk Marawi dan pembangunan kembali kota yang dihuni mayoritas Muslim ini?
    Bagaimana proses hukum para milisi yang tertangkap termasuk milisi-milisi asing? Bagaimana pemetaan kekuatan ISIS di Asia Tenggara setelah gagal di Marawi?

    5. Nasib Rohingya setelah Bangladesh dan Myanmar menyepakati repatriasi atau pemulangan kembali hampir 1 juta etnis Rohingya yang kini tinggal di kamp pengungsi di Bangladesh.

    Bangladesh dan Myanmar sepakat meminta bantuan Badan PBB untuk urusan pengungsi, UNHCR membantu repatriasi etnis Rohingya.

    Bagaimana proses pemulangannya dengan situasi di Rakhine dan militer Myanmar yang kukuh menolak memberikan status kewarganegaraan terhadap Rohingya.

    Adakah terobosan yang didapatkan untuk secepatnya menyelamatkan hidup ratusan ribu Rohingya?

    6. Krisis di Semenanjung Korea.

    Sejumlah analis telah memperkirakan krisis akan semakin parah setelah Kim Jong Un di penghujung 2017 menegaskan Korea Utara tetap akan melanjutkan program senjata nuklirnya sekalipun dunia mengeluarkan berbagai hukuman.

    Sementara Amerika Serikat terus menekan Korea Utara melalui forum Dewan Keamanan PBB maupun sepihak atau lewat sekutunya Korea Selatan dan Jepang.

    Seorang pensiunan jenderal di Cina memperkirakan perang akan pecah Maret 2018. Akankah Kim Jong Un memilih perang ketimbang dialog?

    Bagaimana peran Cina dan Rusia dalam konflik di Semenanjung Korea untuk mengakhiri ketegangan antara Korea Utara dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

    7. Timur Tengah, dari reformasi besar-besaran di Arab Saudi hingga Palestina vs Israel.

    Putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, memimpin gerakan reformasi di semua institusi pemerintah hingga ke ranah kerajaan. Proses pemberantasan korupsi, memberikan kebebasan kepada perempuan Saudi, menjalin kembali hubungan baik dengan Isarel, dan melawan wahabiisme akan berlanjut di tahun 2018. 

    Seperti apa pergulatan calon raja Arab Saudi ini dengan keberaniannya membuat perubahan drastis di negara paling konservatif di Timur Tengah. Akankah terjadi perlawanan terbuka dari kelompok-kelompok yang merasa terganggu dengannya?

    Seperti apa bin Salman menjalin persahabatan dengan Israel dikaitkan dengan konflik Palestina? 

    Apakah solusi 2 negara, Israel dan Palestina,  menjadi satu-satunya solusi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.