Demonstrasi Pecah di Kota-kota Besar di Iran, 52 Orang Ditangkap

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Iran, Hassan Rouhani. Jason Alden/Bloomberg via Getty Images

    Presiden Iran, Hassan Rouhani. Jason Alden/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Demonstrasi menentang pemerintah Hassan Rouhani melebar ke sejumlah kota di Iran pada hari kedua aksi protes, Jumat, 29 Desember 2017.

    Jika pada hari pertama ratusan demonstran berunjuk rasa di Kota Mashhad, kota terbesar kedua di Iran, keesokan harinya demonstrasi terjadi di Kermanshah, serta beberapa kota lainnya hingga ke Teheran, ibu kota Iran.

    Baca: Iran Hitung Mundur Kehancuran Israel Tahun 2040

    Mereka turun ke jalan-jalan di Kota Mashhad, Kermanshah, dan Teheran memprotes mahalnya harga bahan pangan dan tingginya inflasi.

    Mengutip laporan kantor berita Fars, para demonstran meneriakkan kata-kata "Palestina tidak masalah, tapi berpikirlah tentang kita", "Merdeka atau Mati," dan "Bebaskan tahanan politik."

    The New Arab melaporkan, beberapa demonstran juga meneriakkan kata-kata, "Bukan Gaza, bukan Libanon, hidupku untuk Iran" dan "Kami tidak mau Republik Islam."

    Baca: Mohammed bin Salman: Pemimpin Iran Hitler Timur Tengah

    Polisi Iran berusaha membubarkan para demonstran itu dengan menggunakan gas air mata dan water cannon. 

    Wakil kepala keamanan Iran, Mohsen Hamedani, menyebutkan beberapa orang dari 50 demonstran di Teheran telah ditangkap. Sebagian besar demonstran bubar setelah diperingatkan polisi.

    "Segelintir dari mereka ditangkap," kata Hamedani tanpa menyebut identitas demonstran yang ditangkap, seperti dikutip dari ITV.Com.

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam penangkapan 52 demonstran seraya mengingatkan Iran bahwa dunia menyaksikan.

    Baca: Israel dan Arab Saudi Siap Berbagi Info Intelijen tentang Iran

    "Pemerintah Iran harus menghormati hak-hak rakyatnya, termasuk hak mereka untuk menyatakan pendapat mereka.”

    Demonstrasi ini, mengutip Independent, merupakan yang terbesar di Iran sejak para pendukung pemerintah Iran berunjuk rasa dan berakhir rusuh pada 2009, ketika Mahmoud Ahmadinejad kembali memenangi pemilihan presiden. Kelompok pendukung reformasi menuding hasil pemilihan presiden dicurangi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.