Ups, Ada Penumpang 'Misterius', Pesawat Jepang Balik ke AS

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat All Nippon Airways (ANA). REUTERS/Toru Hanai

    Pesawat All Nippon Airways (ANA). REUTERS/Toru Hanai

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pesawat yang terbang dari Los Angeles, Amerika Serikat, ke Tokyo, Jepang, terpaksa memutar balik karena mendeteksi adanya penumpang 'misterius' di pesawat.

    Pesawat Nippon Airways (ANA) 175 meninggalkan Bandara Internasional Los Angeles pada pukul 11.30 waktu setempat pada Selasa, 26 Desember 2017.

    Baca: Korea Utara Ancam Bumi Hanguskan AS dan Tenggelamkan Jepang

     

    Namun, pesawat ini tidak sempat tiba di Bandara Internasional Narita dan kembali ke lokasi asalnya.

    Baca: Tiba  di Jepang, Raja Salman Disambut Putra Mahkota

    Insiden itu pertama kali dilaporkan super model internasional, Chrissy Teigen, yang menjadi penumpang pesawat, via Twitter. Istri penyanyi John Legend itu mengatakan pesawat kembali setelah melakukan perjalanan selama 4 jam. Teigen mengatakan penumpang diberitahu bahwa seseorang telah naik pesawat menggunakan tiket United Airlines.

    "Ya ampun, setelah 8 jam terbang saya tidak sampai ke mana-mana," kata Teigen lewat akun Twitter-nya @chirssyteigen.

    Pesawat mendarat di Los Angeles sekitar jam 19.30 waktu setempat. Teigen mengatakan polisi telah menanyai penumpang soal ini.

    Seperti dilansir CBS News pada 26 Desember 2017, polisi mengatakan ada kesalahpahaman tapi telah terselesaikan. Pihak maskapai memberi konfirmasi tidak lama setelahnya.

    "Selama penerbangan, awak kabin menyadari bahwa salah satu penumpang menaiki penerbangan yang salah dan memberi tahu pilot," kata pernyataan dari maskapai.

    "Sebagai bagian dari prosedur keamanan maskapai penerbangan, pilot memutuskan untuk kembali ke bandara asal tempat penumpang ini naik. Pesawat ini dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Tokyo, Jepang, keesokan harinya.

    NBC NEWS | DAILY MAIL | CBS NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.