Selasa, 25 September 2018

Setelah Filipina, Giliran Vietnam Dihantam Badai Tropis

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil melewati gelombang yang disebabkan oleh Topan Conson di Vietnam utara. REUTERS / VNA

    Mobil melewati gelombang yang disebabkan oleh Topan Conson di Vietnam utara. REUTERS / VNA

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah Filipina, giliran Vietnam dihantam badai tropis pada Selasa, 26 Desember 2017, yang menyebabkan ratusan ribu orang di Sungai Mekong harus dievakuasi.

    "Badai yang disebut juga dengan Topan Tembin itu sebelumnya menewaskan 160 orang di Filipina," demikian seperti dikutip dari Globe and Mail, Selasa, 26 Desember 2017.

    Baca: Ribuan Warga Vietnam Diungsikan Akibat Badai Conson

    Warga berjalan di sebuah desa yang hancur oleh banjir bandang di Salvador, Lanao del Norte, Filipina Selatan, 24 Desember 2017. Badai Tembin ini akan menyambangi kawasan Laut Cina Selatan pada Ahad, 24 Desember 2017. REUTERS/Richel V. Umel

    Para ahli cuaca di Vietnam mengatakan kawasan di selatan delta Mekong menjadi jalur lintas Topan Tembin. Peristiwa ini didukung pula hujan dan angin kencang yang datang pada Senin malam, 25 Desember 2017, waktu setempat, yang menyebabkan kawasan tersebut menderita.

    Namun tidak ada kerusakan berat karena pemerintah tidak membangun berbagai fasilitas penting di daerah tersebut.

    Warga menangis di sebuah desa yang dilanda banjir bandang di Salvador, Lanao del Norte, Filipina, 24 Desember 2017. Badai tropis Tembin menyebabkan banjir dan longsor di kawasan Filipina Selatan. REUTERS/Richel V. Umel

    "Para ahli memperkirakan badai tersebut menuju Teluk Thailand pada Selasa ini."

    Baca: Badai Tropis Hantam Filipina, 90 Orang Tewas

    Sebelumnya, pada akhir pekan, Tembin menghajar kawasan di Filipina serta menyebabkan tanah longsor dan banjir, yang menewaskan sedikitnya 164 orang dan 171 orang hilang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Haringga Sirla, Korban Ketujuh Ricuh Suporter Persib dan Pesija

    Haringga Sirla menjadi korban ketujuh dari perseteruan suporter Persib versus Persija sepanjang 2012 sampai 2018.