Tunisia Melarang Maskapai Emirat Terbang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah pesawat milik maskapai Emirates seri Airbus A380, mendarat dengan kondisi melawan angin sehingga pesawat terlihat sangat miring. Namun keahlian dari sang pilot, berhasil mendaratkan pesawat ini dengan selamat. Jerman, 26 September 2015. Dailymail

    Sebuah pesawat milik maskapai Emirates seri Airbus A380, mendarat dengan kondisi melawan angin sehingga pesawat terlihat sangat miring. Namun keahlian dari sang pilot, berhasil mendaratkan pesawat ini dengan selamat. Jerman, 26 September 2015. Dailymail

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Tunisia melarang seluruh penerbangan Emirates Airlines, maskapai milik Uni Emirat Arab (UAE), untuk mendarat di wilayahnya karena menolak dua perempuan warga negara Tunisia naik ke pesawat terbang itu.

    "Kementerian Transportasi memutuskan menunda penerbangan Emirates Airlines dari dan menuju Tunisia hingga maskapai tersebut mematuhi hukum dan aturan internasional," bunyi pernyataan Kementerian yang diunggah di Facebook, Ahad, 24 Desember 2017, seperti dikutip Middle East Monitor.

    Baca: Pelaku Teror Nice Warga Prancis Keturunan Tunisia

    Seorang pramugari berpose di bar yang siap melayani penumpang pesawat Airbus A380 dalam acara upacara penyerahan Airbus A380 Emirates ke markas Jerman perusahaan pesawat Airbus di Hamburg-Finkenwerder, 3 November 2017. REUTERS/Fabian Bimmer

    Menurut laporan kantor berita Tunisia, Tunis Afrique Presse, pada Jumat, 22 Desember 2017, maskapai ini tidak mengizinkan dua penumpang perempuan asal Tunisia untuk masuk ke dalam pesawat tanpa alasan yang jelas.

    Sementara itu di hari yang sama Emirates mengeluarkan siaran pers yang menyatakan bahwa ada pembatasan visa bagi warga Tunisia.

    Pesawat Emirates melintas di atas sebuah rumah di Myrtle Avenue dekat Bandara Heathrow, London. Dailymail.co.uk

    Salem Issa Elkattam Zeabi, duta besar UAE untuk Tunisia, yang dipanggil Kementerian Luar Negeri Tunisia untuk dimintai keterangan, mengatakan tidak ada pelarangan bagi warga Tunisia.

    Baca: Presiden Tunisia Perintahkan Militer Lindungi Ladang Gas

    "Prosedur yang dilakukan oleh maskapai tersebut semata-mata demi keamanan, tidak ada pelarangan bagi warga Tunisia," kata Anwar Gargash, Menteri Luar Negeri UAE, melalui akun Twitter, Ahad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.