Bebas dari ISIS, Umat Kristen Mosul Rayakan Natal Pertama Kali

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah altar geraja yang rusak akibat pertempuran dengan militan ISIS di kota Qaraqosh, selatan Mosul, Irak, 11 April  2017. Umat Kristen Irak mulai kembali ke kota Qaraqosh dengan segala kecemasan, trauma akibat pertempuran dengan militan ISIS. REUTERS/Marko Djurica

    Sebuah altar geraja yang rusak akibat pertempuran dengan militan ISIS di kota Qaraqosh, selatan Mosul, Irak, 11 April 2017. Umat Kristen Irak mulai kembali ke kota Qaraqosh dengan segala kecemasan, trauma akibat pertempuran dengan militan ISIS. REUTERS/Marko Djurica

    TEMPO.CO, Jakarta - Umat Kristen Mosul, Irak, merayakan Natal bersama untuk pertama kalinya sejak kota tersebut bebas dari kelompok bersenjata ISIS.Pastor membawa bayi Yesus saat Misa Malam Natal yang dihadiri oleh puluhan umat Kristen Irak di Gereja Our Lady of Salvation di Baghdad, Irak, 24 Desember 2017. AP

    Baca: Mosul Tak Lagi Ramah untuk Orang Kristen

    ISIS, militan yang ingin mendirikan kekhalifahan dan menegakkan hukum syairah di kawasan Irak dan Suriah, menguasai kota Mosul pada 2013. Namun mereka sekarang kocar kacir setelah dihantam militer Irak dukungan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

    "Pada layanan misa di gereja yang tampak porak poranda itu, para jemaat memanjatkan doa demi perdamaian di Mosul, Irak dan seluruh dunia," KUNA melaporkan, Senin, 25 Desember 2017.

    Menurut data statistik, jumlah umat Kristen Irak 1,4 juta jiwa pada 2003. Jumlah tersebut sekarang diperkirakan 450 ribu orang yang tinggal di Irak.Pohon Natal dan kandang Natal dibuat oleh umat Kristen Irak di kamp pengungsian di Arbil, Irak Utara, 24 Desember 2014. Mereka diusir ISIS dari Mosul. SAFIN HAMED/AFP/Getty Images

    Baca: Cara Kristiani Tangkal ISIS di Media Sosial  

    Sedangkan sekitar satu juta umat Kristen Irak pergi meninggalkan negara karena mendapatkan perlakuan brutal dari ISIS. "Mereka menghabisi kaum minoritas."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.