Korban Tewas Badai Tembin Filipina 180 Orang

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga berusaha menyebrangi banjir deras akibat badai Tembin di Lanao del Norte, Filipina, 22 Desember 2017.  (Aclimah Disumala via the AP)

    Sejumlah warga berusaha menyebrangi banjir deras akibat badai Tembin di Lanao del Norte, Filipina, 22 Desember 2017. (Aclimah Disumala via the AP)

    TEMPO.CO, Manila -- Badai tropis Tembin menyebabkan banjir, dan longsor di kawasan Filipina selatan dengan korban tewas mencapai lebih dari 180 orang. 139 orang dikabarkan masih hilang.

    Proses pencarian para korban banjir di desa nelayan Anungan masih berlangsung dengan 30 orang dinyatakan hilang dan lima mayat telah ditemukan.

    Baca: Badai Tropis Hantam Filipina, 90 Orang Tewas

     
     
    "Air bah dari arah pegunungaan datang begitu cepat dan menyapu orang-orang dan rumah," kata Bong Edding, walikota Sibuco di Provinsi Zamboangan del Norte. Dua provinsi lainnya yang juga terkena badai ini adalah Lanao del Norte dan Lanao del Sur. Ini sangat menyedihkan karena Natal sebentar lagi tapi ini terjadi diluar kendali kami."
     

    Baca: Badai Urduja Picu Tanah Longsor di Filipina, 27 Orang Tewas

     

    Edding menyalahkan penebangan hutan di kawasan pegunungan, yang terjadi selama bertahun-tahun, sebagai penyebab tragedi ini. Dia berjanji akan menghentikan operasi pembalakan hutan ini.

    Seorang pejabat lainnya mengatakan petugas masih mengkonfirmasi adanya sebuah desa yang terkubur longsor. Jaringan komunikasi dan listrik di area terdampak terputus sehingga menyulitkan koordinasi penanggulangan bencana.

    Menurut petugas penanganan bencana, Manurel Luis Ochotorena, para korban tidak memperhatikan peringatan diri dari lembaga resmi. "Mereka (para korban) pikir ini hanya badai kecil tapi ternyata hujan terus," kata dia.

    Di Provinsi Zamboanga ada 42 orang dikabarkan tewas, yang tersebar di kota Sibuco dan Salug. Lalu ada 18 korban tewas di Provinsi Bukidnon dengan 64 orang dikabarkan hilang. Sebuah kapal ferry tenggelam di dekat Provinsi Quezon akibat gelombang tinggi dengan lima tewas dan 250 orang berhasil diselamatkan.

    Badai Tembin ini, yang dikenal sebagai Vinta oleh penduduk lokal Filipina, menguat di laut Sulut dan semakin cepat pada Sabtu kemarin. Kecepatan maksimal mencapai 105 -- 145 kilometer per jam. Badai ini akan menyambangi kawasan Laut Cina Selatan pada Ahad, 24 Desember 2017.

    GUARDIAN | REUTERS | CBS NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.