Amerika Serikat Suplai Senjata ke Pemberontak Suriah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejuang Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) berlari saat melintasi sebuah jalan ketika bertempur dengan militan ISIS di Raqqa, Suriah, 3 Juli 2017.  REUTERS/ Goran Tomasevic/File Photo

    Pejuang Kurdi dari Unit Perlindungan Rakyat (YPG) berlari saat melintasi sebuah jalan ketika bertempur dengan militan ISIS di Raqqa, Suriah, 3 Juli 2017. REUTERS/ Goran Tomasevic/File Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui menyediakan senjata senilai US$ 393 juta atau sekitar Rp 5,3 triliun untuk pemberontak di Suriah, Unit Pertahanan Rakyat (YPG). Sikap Trump diprotes Turki.

    Media Turki, Hurriyet Daily, dalam laporannya mengatakan, Trump telah menandatangani daftar senjata yang disodorkan Pentagon pada Mei dan 12 Desember 2017, atau 18 hari setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

    Baca: Erdogan: Turki Tak Bisa Menerima Dukungan Amerika ke Kurdi

    Anggota Pasukan Demokratik Suriah (YPG) melakukan penembakan kearah lokasi penembak jitu militan ISIS di Al Senaa, Raqqa, Suriah, 10 Agustus 2017. REUTERS/Zohra Bensemra

    Menurut Hurriyet Daily, Trump memerintahkan para jenderalnya tidak mempersenjatai YPG. "Trump secara terbuka mengatakan akan mengakhiri bantuan ke para pemberontak di sana," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlüt Çavuolu, kepada wartawan.

    Daftar senjata yang dikirimkan ke para pemberontak YPG itu termasuk 12 ribu pucuk senjata laras panjang Kalashnikov dan puluhan ribu senapan mesin.

    Baca: Ribut Soal Kurdi, Amerika Komit Melindungi Turki

    Sheen Ibrahim, Pasukan Kurdi dari Unit Perlindunga (YPG) duduk didalam sebuah rumah di Raqqa, Suriah, 16 Juni 2017. Diajarkan saudara laki-lakinya menggunakan senjata AK-47, Sheen ikut memperjuangkan otonomi Kurdi di Suriah. REUTERS/Goran Tomasevic

    Ankara memasukkan YPG ke dalam daftar kelompok teroris yang harus ditumpas sebab kaum bersenjata tersebut dianggap memiliki jaringan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK). PKK adalah organisasi terlarang di Turki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.