Terkait Yerusalem, Malaysia Tak Tunduk Tekanan Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi bela Palestina digelar di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Desember 2107. Sebanyak empat ribu peserta aksi bela Palestina berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

    Aksi bela Palestina digelar di depan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Desember 2107. Sebanyak empat ribu peserta aksi bela Palestina berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia menyatakan tidak akan tunduk terhadap tekanan Amerika Serikat meskipun bantuan dari negeri itu dipangkas karena menentang Yerusalem menjadi ibu kota Israel.

    Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi, mengatakan, ancaman tersebut datang dari Amerika Serikat yang menjadi sekutu dekat Israel.Sejumlah Muslim Malaysia melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur, Malaysia, (16-11). Mereka memprotes dan mengkecam atas serangan Israel ke Palestina di jalur Gaza. (AP Photo/Lai Seng Sin)

    Baca: Filipina Menolak Keputusan Donald Trump Soal Yerusalem

    Sebelummya, pada Rabu, 20 Desember 2017, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar jumpa pers di Washington usai rapat kabinet di Gedung Putih. Trump mengatakan, dia akan memotong bantuan kepada negara-negara yang menentang kebijakannya yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

    Menurut Zahid, sebagaimana diwartakan New Strait Times, Malaysia bukan negara penerima bantuan ekonomi terbesar dari Amerika Serikat.

    "Bantuan yang kami terima dari Amerika Serikat hampir semuanya dalam bentuk bantuan teknis di bidang keamanan dan pertahanan," ucapnya di depan wartawan, Jumat, 22 Desember 2017.Peserta aksi solidaritas untuk Palestina membakar bendera Israel dan Amerika saat berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, 15 Desember 2017. Aksi tersebut menyerukan pembelaan untuk Palestina dan mengecam pengakuan sepihak Presiden Trump atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Baca: Di PBB, Indonesia Tolak Keputusan Amerika Serikat atas Yerusalem

    Sidang Umum PBB yang digelar pada Kamis, 21 Desember 2017, waktu setempat, telah mengeluarkan keputusan bahwa pengakuan Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel batal demi hukum. Dalam pemungutan suara di Sidang Umum, Kamis, sebanyak 128 negara mendukung, sembilan menolak dan 35 negara lainnya abstein.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.