Mesir, Penerima Dana Militer Amerika, Menentang Trump di PBB

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdel Fattah al-Sisi. REUTERS/Louafi Larbi

    Abdel Fattah al-Sisi. REUTERS/Louafi Larbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mesir, negara yang mengusulkan pemungutan suara di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang status Yerusalem setelah Amerika Serikat memveto resolusi di Dewan Keamanan PBB, masuk lima negara penerima dana bantuan militer Amerika yang terbesar. Mesir tidak menanggapi ancaman Presiden Amerika Donald Trump, yang akan memangkas bantuan militer untuk negara-negara yang menentang pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel di Majelis Umum PBB. 

    Dari situs resmi USAID, https://explorer.usaid.gov/cd/EGY, Mesir dilaporkan telah menerima bantuan dana US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 14,8 triliun dari program Pendanaan Militer Luar Negeri Kementerian Pertahanan Amerika.

    Baca: Amerika Serikat Ancam Putus Bantuan ke Penentang Soal Yerusalem

    Menurut statistik Institut Studi Strategi Internasional, seperti dikutip dari CNN, Amerika mendanai sekitar 20-25 persen total anggaran militer Mesir beberapa tahun belakangan. Tidak ada satu negara pun yang dapat diperbandingkan dengan bantuan militer kepada Kairo.

    Sebelumnya, Amerika sudah memangkas bantuan militernya sejak kudeta pada 2013 serta pelaporan atas pelanggaran hak asasi manusia di negara itu.

    Baca: PBB: Pengakuan Amerika Serikat atas Yerusalem Batal Demi Hukum

    "Biarkan suara mereka melawan kami. Kami akan menyimpan banyak. Kami tak peduli. Namun ini tidak seperti dulu ketika suara mereka melawan Anda, serta Anda membayar mereka ratusan dolar dan tak seorang pun tahu apa yang mereka lakukan," kata Trump menanggapi rapat pemungutan suara di Majelis Umum PBB, Rabu, 20 Desember 2017.

    Sebanyak 128 negara, termasuk sekutu dekat Amerika, seperti Afganistan, Malaysia, Arab Saudi, dan Mesir, menentang keputusan Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sebanyak 35 negara abstain dan sembilan negara mendukung Amerika.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.