Di PBB, Indonesia Tolak Keputusan Amerika Serikat atas Yerusalem

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla mewakili Indonesia menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017.  Kalla menggarisbawahi tiga hal dalam upaya mencapai

    Wapres Jusuf Kalla mewakili Indonesia menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017. Kalla menggarisbawahi tiga hal dalam upaya mencapai "Perdamaian dan Kehidupan yang Layak secara Berkelanjutan, bagi Semua Orang di Muka Bumi". REUTERS/Eduardo Munoz

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia menolak keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sikap Indonesia tersebut disampaikan dalam pemungutan suara Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Kamis, 21 Desember 2017, waktu setempat.

    Menurut laporan Channel News Asia, 128 negara anggota PBB menolak keputusan Amerika Serikat itu. Adapun sembilan anggota mendukung dan 35 negara lain abstain.

    Baca: Amerika Serikat Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Barat Mengutuk

    Wapres Jusuf Kalla mewakili Indonesia menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017. Beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia pada Sidang Majelis Umum PBB tahun ini antara lain mengenai perdamaian dan keamanan internasional, pembangunan berkelanjutan, kemajuan HAM dan reformasi PBB. A NTARA FOTO

    Selain Indonesia, negara Asia yang menolak keputusan Amerika Serikat itu antara lain Singapura, Malaysia, Brunei, Afganistan, dan Cina. "Filipina menyatakan abstain," Channel News Asia melaporkan, Jumat, 22 Desember 2017.

    PBB dalam sidang umum yang digelar darurat atas permintaan Mesir dan sejumlah negara lain itu memutuskan keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel batal demi hukum.

    Dewan Keamanan PBB mengadakan sidang darurat. AP Photo/ Louis Lanzano

    Keputusan ini disambut gembira oleh negara-negara pendukung Palestina yang menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota masa depan.

    Baca: Amerika Serikat Ancam Putus Bantuan ke Penentang Soal Yerusalem

    Mereka tak peduli dengan ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memangkas bantuan karena melawan keputusannya. Salah satu negara yang melawan adalah Turki. Negeri ini terang-terangan mengecam Trump yang akan memotong bantuan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.