Kemenlu Tunjuk Slank Jadi Duta Perlindungan WNI

Reporter

Editor

Budi Riza

Drummer band Slank, Bimbim (kiri) dan Kaka saat pembukaan seni instalasi "Patung Menembus Batas" di RPTRA dan RTH Kalijodo, Jakarta, 3 Oktober 2017. Teguh mengatakan konsep patung ini sudah tergagas dari tahun 1990. Tempo/Ilham Fikri

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi, menobatkan kelompok musik Slank sebagai Duta Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI), Selasa, 19 Desember 2017.

Penobatan ini dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan malam Penganugerahan Hassan Wirajuda Award 2017 di Grand Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan.

Baca: Kemenlu: Tak Ada WNI Jadi Korban Ledakan di Manhattan

 

"Penunjukan Slank sebagai Duta Perlindungan WNI ini akan berlangsung hingga setahun ke depan," begitu rilis Kementerian Luar Negeri yang diterima Tempo, Rabu, 30 Desember 2017. Acara penobatan ini dihadiri oleh seluruh personil Slank dan managernya, Bunda Iffet, yang merupakan ibunda Bimbim.

Baca: Berkunjung ke Australia, WNI Bisa Mengajukan Visa Secara Online

 

Kementerian Luar Negeri sengaja melibatkan tokoh publik yang dapat memberi dampak paling luas dalam pemberian bantuan bagi WNI di luar negeri. Slank akan terlibat dalam kampanye-kampanye penyadaran publik, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kampanye itu akan dilakukan dalam bentuk konser, seminar, talk show maupun melalui media sosial. Slank akan menyampaikan pesan-pesan untuk mencegah WNI menghadapi permasalahan di luar negeri.

“Tantangan perlindungan WNI di luar negeri demikian besar. Kemlu tidak dapat bekerja sendiri. Uluran kerjasama berbagai pihak sangat dibutuhkan," kata Retno dalam acara penobatan itu. "Salah satu pihak yang tergugah membantu kami secara sukarela adalah Slank. Kami sangat gembira Slank tergugah membantu." Acara penobatan Slank sebagai duta perlindungan WNI tersebut juga dihadiri oleh Menteri Menteri Hukum dan HAM, serta Menteri Tenaga Kerja.

Pada acara penobatan ini, Slank memainkan beberapa lagu untuk menghibur tamu undangna. “Buat Slank ini adalah panggilan hati, karena kita tahu pemerintah tidak bisa mengerjakan sendiri.," kata Bimbim. "Kita berharap bisa menjadi magnet bagi upaya Kemlu melindungi WNI."



WNI



ART Asal Indonesia Jadi Buron di Malaysia, Diduga Curi Perhiasan Rp227 Juta

14 hari lalu

ART Asal Indonesia Jadi Buron di Malaysia, Diduga Curi Perhiasan Rp227 Juta

Seorang asisten rumah tangga asal Indonesia dicari polisi Malaysia karena kabur setelah diduga mencuri perhiasan senilai Rp227 Juta


Beredar Kabar Pemutihan Pekerja Haram di Malaysia, Ini Kata KJRI Johor Bahru

22 hari lalu

Beredar Kabar Pemutihan Pekerja Haram di Malaysia, Ini Kata KJRI Johor Bahru

Sebuah kabar hoaks tentang Imigrasi Malaysia mengeluarkan izin kerja sementara bagi pendatang haram beredar di antara warga Indonesia di Johor Bahru.


Diduga Aniaya ART Indonesia, Wanita Malaysia DItahan

23 hari lalu

Diduga Aniaya ART Indonesia, Wanita Malaysia DItahan

Seorang wanita ditahan karena diduga menganiaya seorang asisten rumah tanggal asal Indonesia di Batu Caves, Kuala Lumpur, Malaysia.


Seorang WNI di Jepang Bunuh Diri setelah Empat Bulan Bekerja

24 hari lalu

Seorang WNI di Jepang Bunuh Diri setelah Empat Bulan Bekerja

WNI yang bunuh diri adalah pria berusia 22 tahun asal Jawa Tengah dan tinggal di Prefektur Saitama, Jepang


Irak Tegang akibat Konflik Politik, WNI Diminta Waspada

27 hari lalu

Irak Tegang akibat Konflik Politik, WNI Diminta Waspada

KBRI Baghdad mengimbau WNI untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi keamanan di Irak yang tidak kondusif.


Syarat-syarat WNA Mengajukan Izin Tinggal Tetap di Indonesia

27 hari lalu

Syarat-syarat WNA Mengajukan Izin Tinggal Tetap di Indonesia

WNA tak bisa menetap secara bebas di Indonesia dan harus melalui proses serta peraturan yang berlaku. Begini mengurus Izin Tinggal Tetap (ITAP).


Top 3 Dunia: WNI Diperkosa di Malaysia, dan Ukraina Lancarkan Serangan Balasan

28 hari lalu

Top 3 Dunia: WNI Diperkosa di Malaysia, dan Ukraina Lancarkan Serangan Balasan

Berita Top 3 Dunia tentang kasus WNI korban perkosaan di Malaysia, Ukraina serang balik Rusia di selatan, dan WNI di Pakistan tak terdampak banjir


Kemlu Masih Tunggu Penjelasan Papua Nugini soal Penembakan Nelayan Indonesia

28 hari lalu

Kemlu Masih Tunggu Penjelasan Papua Nugini soal Penembakan Nelayan Indonesia

Kementerian Luar Negeri RI masih menunggu penjelasan dari Papua Nugini mengenai insiden penembakan seorang nelayan Indonesia yang diduga dilakukan oleh tentara negara tersebut.


Kasus WNI Korban Perkosaan Petugas Imigrasi Gadungan Sudah Ditangani Polisi

28 hari lalu

Kasus WNI Korban Perkosaan Petugas Imigrasi Gadungan Sudah Ditangani Polisi

Kementerian Luar Negeri memastikan kasus WNI korban perkosaan petugas imigrasi gadungan di Malaysia sudah ditangani oleh KBRI Kuala Lumpur.


Pakistan Darurat Nasional akibat Banjir, Kemlu RI Pastikan WNI Aman

29 hari lalu

Pakistan Darurat Nasional akibat Banjir, Kemlu RI Pastikan WNI Aman

Kemlu mengkonfirmasi 1.267 WNI di Pakistan tidak terdampak banjir bandang.