Rusia Sebut Strategi Keamanan Trump sebagai Imperialis karena ...

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump, berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, saat berjalan menuju sesi foto dalam acara KTT APEC di Danang, Vietnam, 11 November 2017. Trump dan Putin  menyetujui sebuah pernyataan tentang Suriah, saat berbincang ketika sesi foto. REUTERS/Jorge Silva

    Presiden Donald Trump, berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, saat berjalan menuju sesi foto dalam acara KTT APEC di Danang, Vietnam, 11 November 2017. Trump dan Putin menyetujui sebuah pernyataan tentang Suriah, saat berbincang ketika sesi foto. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Moskow -- Pemerintah Rusia menampik kebijakan strategi keamanan nasional yang diumumkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai bersifat imperialis. Namun, Rusia juga menyatakan bersedia bekerja sama dalam beberapa urusan.

    "Membaca sekilas beberapa bagian dari stretegi yang menyebut nama negara kami.. (menunjukkan) karakter imperialis," kata Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, kepada wartawan, Selasa, 19 Desember 2017.

    Baca: Amerika Serikat Sebut Rusia Sebagai Aktor Jahat di Pentas Global

     

    Makalah yang disampaikan Trump, menurut Peskov, menunjukkan keengganan untuk meninggalkan ide dunia yang unipolar dan mengabaikan dunia yang cenderung multipolar.

    Baca: CIA bantu Rusia gagalkan dugaan serangan ISIS terhadap katedral

     

    Trump menyampaikan kebijakan mengenai strategi keamanan nasional AS dua hari lalu meskipun tidak mencantumkan tudingan lembaga intelejen AS soal intervensi Rusia pada pemilihan Presiden AS 2016. Namun, makalah itu menampilkan pandangan umum para diplomat AS bahwa Rusia mencoba melemahkan berbagai kepentingan AS di domestik dan global.

    "Kami tidak setuju dengan perilaku yang melihat negara kami sebagai ancaman terhadap AS," kata Peskov sambil menambahkan ada hal-hal positif yang bisa menjadi bahan kerja sama antara kedua negara.

    Selain Rusia, tanggapan keras juga datang dari pemerintah Cina, yang meminta AS agar menanggalkan mentalitas perang dingin. Cina menegaskan akan tetap memperjuangkan kepentingan negaranya.

    REUTERS | SCMP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.